INDUSTRY.co.id - Jakarta-Sebagian orang dari Indonesia ada yang memilih bekerja di luar negeri untuk mencari nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. Siapa sangka, keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi incaran bisnis perbankan nasional. Bisnis tersebut adalah remitance atau transfer uang.

Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksi Perbankan BNI, Adi Sulistyowati, potensi bisnis remitance hingga akhir tahun diperkirakan memperoleh fee base income mencapai Rp150 miliar. Asal BNI mampu meraih satu juta TKI dari total 4 juta TKI yang beredar.

"Kita harapkan dapat fee base income Rp150 miliar hingga akhir tahun. Kita baru dapat dua negara 6000 dari Singapura dan 3000 dari Hongkong," katanya di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Ia menjelaskan, TKI yang melakukan remitance tidak lagi mendatangi outlet BNI atau bank yang bekerjasama dengan BNI. Sekarang mereka dapat menggunakan digital banking baik SMS bangking maupun mobile banking, semua fasilitas tersebut dapat diperolah ketika TKI memiliki Kartu Pekerja Indonesia (KPI).

Saat ini BNI telah memiliki tujuh kantor cabang luar negeri yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan dan Myanmar.

Harapannya, TKI yang sudah jenuh atau ingin kembali ke tanah air dan ingin berkarya mandiri menjadi pengusaha atau berwiraswasta, dipersilahkan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR)."Kita kasih nilai tambah dengan memberikan KUR, bagi purna TKI dan mereka dapat mengembangkan usahanya di tanah air," pungkasnya.