Capaian Minerba Semester Pertama 56 Persen

Oleh : Hariyanto | Kamis, 10 Agustus 2017 - 11:16 WIB

Mineral-foto IST
Mineral-foto IST

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan capaian Minerba pada semester I 2017 sebanyak 56 persen atau Rp18,27 triliun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Aryono di Jakarta, Rabu (9/8/2017)  menyampaikan bahwa penerimaan negara dari sub sektor Minerba pada semester I 2017 telah mencapai 56 persen (Rp 18,27 triliun) dari target sebesar Rp32,4 triliun pada akhir 2017.

Capaian ini lanjut Bambang merupakan peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban perusahaan.

"Penerimaan negara itu targetnya Rp32,4 trilun, kita sudah selesai Rp18,27 triliun di bulan Juni, kalau sekarang sudah sekitar Rp21 triliun atau per hari ini sudah 65 persen. Di realisasi tahun 2016 itu Rp7,21 triliun," ujar Bambang.

Selain penerimaan negara, Bambang juga memaparkan capaian pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

"Saat ini pembangunan smelter telah mencapai 50 persen dari target 2017 yaitu dua unit per tahun dimana targetnya empat unit per tahun. Target 2017 berbeda dengan target 2016. Pada sisa dua target smelter di tahun 2016 akan selesai di tahun 2017, dan akan tetap dihitung sebagai kinerja untuk tahun 2016," kata Bambang.

Capaian investasi sektor mineral dan batubara hingga semester I tahun 2017 baru mencapai 2,5 miliar dolar AS atau 36 persen dari target hingga akhir tahun sebesar mencapai 6,9 miliar dolar AS.

"Realisasi investasi 2017 akan meningkat setelah Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menyelesaikan kewajibannya, apalagi kalau Freeport selesai akan luar biasa tambahan investasinya," tutur Bambang.

Selanjutnya, untuk reklamasi, dari target 6.800 hektare (ha), tercapai 28 persen yakni 1.921 ha. Bambang menjelaskan bahwa tren reklamasi biasanya selesai saat akhir semester II.

"Bentuknya J curve, jadi di akhir akan selesai secara tajam," kata Bambang.

Landmark pengelolaan mineral dan batubara saat ini berorientasi pada kemakmuran rakyat, antara lain untuk meningkatkan pendapatan negara, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia, menumbuhkan ekonomi daerah dan nasional, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan memastikan divestasi mencapai 51 persen.

"Landmark pengelolaan minerba, isunya dulu Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017. Termasuk Peraturan Menteri turunannya, Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017," ujar Bambang. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Changemakers Nusantara Day

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:52 WIB

Changemakers Nusantara Day: Pertemuan Akbar Ribuan Pembawa Perubahan Tanah Air

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba pembawa perubahan bagian dari Grup GoTo, menggelar Changemakers Nusantara Day untuk merayakan keberhasilan ribuan pembawa perubahan yang telah…

PLN (Foto/Rizki Meirino)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:43 WIB

PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) menghentikan rencana ekspor listrik ke Singapura. Hal tersebut diutarakan Komisaris PT PLN Batam Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, kemarin usai…

Tugu Insurance

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:39 WIB

Laba Meningkat, Tugu Insurance Tebar Dividen Sebesar Rp 126,6 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022 menyetujui pemberian dividen sebesar Rp 126.592.140.666…

Bintang Handayani, Ph.D, Dosen dan Peneliti Senior di President University, Cikarang (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:33 WIB

Benang Merah Disiplin Dan Berbahasa Disiplin

Rabu cerah di Jakarta Raya, duduk kembali di tempat favorit dengan teh hangat citrus mint. Kesulitan menerjemahkan citrus mint saya putuskan untuk menulisnya dengan cetak miring, berikut kajian,…

Gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)

Kamis, 19 Mei 2022 - 15:49 WIB

Ceruk Pasar Besar, Ini Sederet Keunggulan Telkom Menggeluti Bisnis Data Center via NeutraDC

Keputusan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menggeluti bisnis data center melalui bendera NeutraDC dinilai menemukan momentum yang tepat.