Ulang Tahun ke-16, Tauzia Hotels Tetap Ingin Manjakan Travelers

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 10 Agustus 2017 - 09:12 WIB

HARRIS Vertu Hotels
HARRIS Vertu Hotels

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Merayakan ulang tahunnya yang ke-16, Tauzia Hotels menyelenggarakan "Friendly lunch with TAUZIA" dengan konsep perhotelan Simple-Unique-Friendly-nya.

Pada awal pembukaan, Tauzia Hotels menciptakan tipe baru di dunia perhotelan melalui merek pertamanya, Harris Hotels. Ini lebih dari sekedar hotel, itu adalah konsep, merek, gaya hidup sehat. Hotel ini menciptakan nuansa putih murnin dengan sentuhan oranye membuat suasana sejuk, menarik dan bersemangat. Merek hotel untuk kalangan menengah keatas ini mempromosikan tempat yang lebih bahagia, sehat dan sederhana untuk tinggal saat jauh dari rumah.

Setelah beberapa tahun kemudian, Tauzia memperkenalkan Preference, label mewah kelas atas dengan rangkaian hotel unik yang dipilih dengan mempertahankan pesona otentik mereka. Namun untuk mengantisipasi booming budget hotel, Tauzia beralih fokus ke POP Hotels, yang diluncurkan pada tahun 2010.

Sebuah hotel budget untuk para pelancong dengan minim biaya, cerdas dan ramah lingkungan yang sesuai dengan kategori sosial baru yang muncul, mencari akomodasi yang efisien dan terjangkau.

Tak lama dari POP Hotels, Tauzia mendirikan Yello Hotel pada 2013, yang memiliki penekanan kuat pada seni dan teknologi urban, memberikan pengalaman baru bagi hotel ekonomi yang ditargetkan ke Netizens.

Setelah itu, lahirlah Harris Vertu yang diumumkan pada bulan Januari 2017 lalu. Harris Vertu menciptakan sebuah pengalaman yang segar, gaya dan sangat sederhana. Di posisikan sebagai merek hotel kelas atas, hotel ini mempromosikan kesejahteraan dan getaran sosial bagi wisatawan bisnis dan liburan modern yang cerdas

Selama 16 tahun terakhir, Tauzia telah berhasil mengembangkan pendekatan merek yang tidak konvensional yang diwakili oleh 51 hotel yang saat ini beroperasi di seluruh Indonesia dengan lebih dari 60 proyek yang sedang dibangun sampai dengan tahun 2022 dan terus berkembang ke Malaysia dan Vietnam.

"Saat saya melihat ke depan, aspirasi kami untuk terus menjadi maverick-nonkonformis dalam bisnis perhotelan. Pemetaan ‘travelers’ terus berubah, gaya hidup berubah bahkan lebih cepat lagi, kita perlu membuat langkah berani untuk menjawab tuntutan arus tapi juga untuk pelancong masa depan, "kata Marc Steinmeyer, Presiden Direktur TAUZIA Hotels, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Rabu (9/8/2017).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:28 WIB

Marak Pembobolan ATM, DPR Cantik Ini Minta Masyarakat Lebih Waspada

Industri perbankan tanah air kembali mendapat sorotan pasca terungkapnya kasus pembobolan rekening nasabah dengan memanfaatkan informasi yang tercantum pada setruk Anjungan Tunai Mandiri (ATM).…

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:15 WIB

Inpres Nomor 6-2020 Dikritik, Komisi IX: Untuk Bertahan Hidup Saja Sudah Kembang Kempis Apalagi Bayar Denda

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 meminta kepala daerah melakukan sosialisasi…

Ilustrasi Industri Nikel (Photo by Bisnis.com)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:03 WIB

Luar Biasa! Ekspor Produk Industri Nikel Mampu Tembus USD 7 Miliar

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2018 dan 2019, nilai ekspor produk industri logam berbasis nikel berturut-turut mencapai USD4,8 miliar dan USD7,08 miliar atau meningkat 47,5%.

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Tutup Pekan IHSG Berakhir Melemah Turun ke Level 5.144

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup melemah.

Waskita Karya (Foto Dok Industry.co..id)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:32 WIB

Sah! Waskita Karya Terbitkan Obligasi Rp135,1 Miliar Jangka Waktu 3 Tahun

Dilansir dari IDX berdasarkan keterangan perseroan, Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 dicatatkan sebesar Rp135,5 miliar dengan jangka waktu 3 Tahun.