INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dana haji rencananya akan diinvestasikan ke infrastruktur.Selama ini dana tersebut diinvestasikan ke deposito perbankan syariah dan Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) dan sukuk. Dengan adanya rencana investasi ke infrastruktur,memungkinkah,Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tergerus drastis. Dana haji saat ini total berjumlah Rp95,2 triliun.
Padahal kita tahu,perbankan syariah belum lama menikmati shifting dana haji dari bank konvensional ke syariah. Tiba-tiba Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang belum lama diresmikan diarahkan presiden untuk menambah instrument investasi,yaitu ke infrastruktur.
Lalu bagaimana pendapat Bank Syariah Mandiri (BSM) mengenai rencana instrument investasi haji ke infrastruktur?. Menurut Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi menyampaikan dana haji secara umum nilainya diperkirakan akan sama di perbankan syariah meskipun secara prosentase akan berkurang.
“Selama ini penempatan dana haji 60% dari total dana haji di perbankan syariah. Selama tiga tahun akan susut ke 50%.Namun tetap saja nilainya akan sama karena pertumbuhan dana haji setiap tahun Rp7 triliun sampai Rp10 triliun,” kata dia di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Sayangnya Yandi, belum banyak angkat bicara mengenai mungkinkah dana haji di BSM akan tergerus. Dengan akan susutnya penempatan dana haji,bukan tidak mungkin bank syariah akan kehilangan kue dana haji,meskipun tidak lenyap sama sekali.
Dalam waktu dekat, BPKH berencana untuk membuat akun virtual bagi setiap calon jamaah yang sudah menyetorkan dananya. Melalui akun virtual tersebut bisa dilihat berapa keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana haji tersebut.
BPKH menargetkan bisa menaikkan laba dari pengelolaan dari sebelumnya 5,7 persen menjadi dikisaran 8 hingga 10 persen. Selama ini, dana haji hanya dikelola melalui pembelian Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sukuk dan deposito syariah.