Per Juni 2017, Pendapatan Indocement Turun 15,5%

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 08 Agustus 2017 - 08:19 WIB

Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), produsen Semen Tiga Roda, membukukan pendapatan Rp6,5 triliun sepanjang Januari-Juni 2017, turun 15,5% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp7,7 triliun.

“Penurunan pendapatan itu tampaknya disebabkan oleh penurunan volume konsumsi semen. Itu diindikasikan oleh penurunan volume penjualan Semen Tiga Roda sekitar 1,4% atau sebanyak 109.000 ton menjadi 7,8 juta ton pada paruh pertama 2017 dibandingkan periode yang sama pada 2016,” ujar Christian Kartawijaya, Direktur Utama INTP, pada acara paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (07/08/2017).

Kendati demikian, penurunan penjualan semen tidak hanya diderita oleh Indocement saja, tetapi juga permintaan domestik secara industri juga menurun 1,3% pada semester pertama 2017. “Karena itu, pangsa pasar Indocement terpangkas menjadi 25,5% dibandingkan sebelumnya sebesar 26,5%,” tukas Christian.

Christian menganalisis, penurunan konsumsi semen disebabkan oleh adanya pergeseran waktu Hari Raya Lebaran yang maju dari tahun lalu dari Juli menjadi Juni. Menurut Christian, situasi Lebaran membuat konsumsi semen menjadi tertahan.

“Pergeseran waktu Lebaran tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja penjualan semen. Pasalnya, ketika Lebaran, konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan Lebaran ketimbang memperbaiki rumah. Kondisi tersebut berlangsung hingga sekitar tiga pekan,” papar Christian.

Christian juga mengungkapkan, konsumsi semen di Jakarta, yang merupakan pasar utama Indocement, turun cukup tajam sebesar 7,7%. Sementara konsumsi semen di Jawa Barat terpangkas 2,7% pada masa Lebaran tersebut. Kondisi itu membuat persaingan di industri semen juga semakin ketat.

“Kendati demikian, konsumsi semen ternyata sedikit membaik pada Juni dan Juli yang menunjukkan pertumbuhan antara 6-7%,” pungkas Christian. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:15 WIB

Dongkrak Daya Saing, Menperin Siap Kawal Penurunan Harga Gas Industri

"Harga gas industri memang harus kompetitif. Tentunya, dengan penurunan harga gas industri, akan menopang daya saing dan produktivitas di sektor industri nasional menjadi semakin baik,"

Ceo Soft Bank (images The Straits Time)

Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:00 WIB

Ibukota Baru Butuh Rp 466 triliun, CEO SoftBank Masayoshi Son Meluncur Ke Istana

CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan bahwa ibu kota baru Indonesia akan menjadi ibu kota pertama di abad ke-21 dengan banyak sentuhan teknologi baru. Masayoshi meyakini ibu kota baru nantinya…

Utama Karya Pastikan Truk Odol yang Melintas di Ruas Tolnya akan Dirazia

Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya Razia Truk ODOL yang Melintas di Ruas Tolnya

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) akan terus melakukan operasi ataskendaraan bermuatan lebih yang masuk kedalam kategori Over Dimension dan Over Load (ODOL).

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Sabtu, 29 Februari 2020 - 15:11 WIB

Terdapat 136 Pasien Suspect Virus Corona di Indonesia, 35 Pasien Dirawat di Jakarta

Sebaran pasien terduga suspect virus corona di indonesia yang dirawat selain di Jakarta teraebar juga di 22 provinsi, antara lain: Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang,…

Survei Lapangan Ibu Kota Baru

Sabtu, 29 Februari 2020 - 15:06 WIB

Bertemu Jokowi Soal Ibu Kota Baru, Ini Kata Tony Blair...

Presiden Joko Widodo menerima kedatangan delegasi Tony Blair Institute for Global Change yang dipimpin langsung oleh Tony Blair di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Februari 2020. Dalam…