INDUSTRY.co.id - Jakarta-Gubenur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyakini inflasi hingga akhir tahun 5,2%. Itu terdorong  inflasi  rendah kurun waktu tiga bulan terakhir karena  administer price atau harga yang diatur pemerintah tanpa gejolak.

"Sejumlah indikator ekobomi terus membaik, inflasi terkendali bahkan 3 bulan lalu sampai  sekarang inflasi kondisinya terjaga, misalnya di administered price mungkin akan ada satu penyesuaian yang membuat tekanan kepada inflasi. Kita melihat sumber-sumber inflasi terjaga kita lihat angkutan udara antar kota semua menunjukan inflasi. kalau kondisi ini terus terjaga. Nanri kalau sudah didukung data, nanti informasi yang kita peroleh dan kaji tidak menutup kemungkinan kita lakukan easing," kata dia di Jakarta, Jumat (4/8/2017)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga makanan jadi dan biaya pendidikan menjadi penyebab utama terjadinya laju inflasi pada Juli 2017 sebesar 0,22 persen.

"Inflasi Juli lebih dipengaruhi oleh inflasi inti, yaitu kenaikan harga makanan jadi dan biaya pendidikan," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/8/2017)

Suhariyanto mengatakan komponen inflasi inti dalam periode ini menyumbang inflasi 0,26 persen, diikuti harga bergejolak (volatile food) 0,17 persen dan harga diatur pemerintah (administered prices) 0,07 persen.

"Pengaruh 'administered prices' sudah tidak ada lagi, karena tidak ada lagi penyesuaian harga tarif dasar listrik yang terakhir dirasakan pada Juni. Untuk 'volatile food' juga bergejolak tipis," ujarnya.