Menperin: Kelangkaan Garam Dapat Mengganggu Aktifitas Industri

Oleh : Hariyanto | Kamis, 03 Agustus 2017 - 15:43 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Stok garam dalam negeri beberapa pekan terakhir terus menipis. Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mengatakan, tingginya kebutuhan belum bisa diimbangi oleh produksi dalam negeri. Sementara total kebutuhan garam, baik untuk konsumsi dan industri terus meningkat.

Saat ini, kebutuhan garam sebagai bahan baku untuk industri belum dapat terpenuhi, hal ini tentu saja berpengaruh terhadap sektor industri makanan dan minuman tanah air.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kelangkaan garam yang terjadi belakangan ini dapat mengganggu berjalanya aktifitas industri.

"Kelangkaan garam sama saja kelangkaan bahan baku, jadi kalau kelangkaan bahan baku, pasti menggangu industri. Karena industri kita konsepnya nilai tambah, jadi kalau misalnya industri garam menjadi kaca itu kan nilai tambahnya tinggi," kata Airlangga usai menerima Delegasi US-ASEAN Business Council di Kantor Kemenperin, Kamis (3/8/2017).

Airlangga menjelaskan, dari segi industri, UU Perindustrian mengatakan jika suatu perusahaan melakukan investasi maka ketersediaan bahan baku harus ada.

"Jadi tidak boleh ada gangguan terhadap bahan baku, persoalan utama yang sekarang terjadi adalah (garam) untuk industri pengolahan barang yang memproses makanan termasuk indutri kecil," kata Menperin.

Menurut menperin panen garam yang terganggu oleh iklim belakangan ini menyebabkan sulitnya pelaku industri mendapatkan garam sebagai bahan baku industri.

"Karena kemarin panen garam terganggu oleh iklim, mereka juga mendapat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku termasuk industri pengolahan ikan asin, hal-hal seperti itu yang sedang diselesaikan oleh Menteri Perdagangan dan Menteri KKP dan Menteri BUMN," ungkapnya.

Terkait adanya dua perusahaan yang akan berinvestasi di industri garam yang terkendala lahan, Airlangga mengatakan, harus ada pembebasan lahan dengan pemerintah daerah tersebut.
 
"Pertama kalau industri harus bisa membaskan lahan, kalau lahannya tidak terbebaskan industrinya tidak akan terbangun, solusinya harus melakukan pembebasan lahan dengan pemerintah daerah yang disana, jadi tergantung pendekatan., kalau serius mau investasi pasti ada jalannya," pungkas Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penghargaan diterima oleh Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa

Senin, 16 Desember 2019 - 19:19 WIB

Mandiri Syariah Dinobatkan Menjadi Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memperoleh penghargaan sebagai Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019 dan Peserta Lelang SBSN Terbaik Tahun 2019 dari Kementerian Keuangan…

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.