INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pertumbuhan kredit perbankan sudah melaju kencang hampir separuh dari target pencanangan Bank Indonesia (BI) yang di level 10-12% pada 2017. Pelaku industri perbankan sudah ada yang melampaui ekspektasi regulasi tersebut.
Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, hingga kini laju kredit sudah kisaran 14%. Ini menandakan ekspansi kredit terus berjalan guna menggenjot penyaluran kredit.
"Kita akan terus ekspansi, target kredit kisaran 14-16%, tapi kita sudah 14% sekian. Kita juga enggak lihat memaksa pinjaman," kata dia di Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Ia menceritakan penyaluran kredit juga terdapat secara ritel. Penyaluran tersebut melalui payroll karyawan yang bekerjasama dengan BNI. Biasanya angsuran potong gaji, lewat sistem ini jauh lebih aman. Data jumlah payroll BNI mencapai 1,5 juta nasabah. Itu tersebar dari swasta, BUMN dan pemerintah.
"Masyarakat lebih smart dalam melakukan spending. Itu terjadi pula di investasi, sehingga enggak melulu ke deposito. Spending masyarakt terkait daya beli," katanya.
Terkait kredit macet, saat ini Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit macet di bawah 3%, sedikit turun dari 3% pada kuartal 1-2017. "Kita harus hati-hati saat melakukan restrukturisasi. Sebab Pak Wimbo (Ketua OJK) bilang harus diperketat restrukturisasi," jelas dia.