Tambling dan Harimau Sumatera

Oleh : Herry Barus | Selasa, 01 Agustus 2017 - 10:48 WIB

Tambling Wildlife Nature Conservation (Foto Ist)
Tambling Wildlife Nature Conservation (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Tambling  – Dunia memperingati Hari Harimau Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Juli. Indonesia sendiri memiliki kawasan konservasi yang mengkhususkan aktifitas terhadap perlindungan harimau. Yakni, Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).

TWNC masuk ke dalam bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang dibentuk atas kerjasama kolaborasi berbagai pihak. Seperti, Yayasan Artha Graha Peduli (AGP), TNBBS, BKSDA Lampung serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  

Sejak tahun 2007, TWNC yang berada di bawah payung Yayasan Artha Graha Peduli dibantu oleh Taman Safari Indonesia menaruh perhatian penuh terhadap populasi Harimau Sumatera yang berada diambang kepunahan dengan mendirikan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS). Didirikannya PRS ini bertujuan untuk menyelamatkan dan memulihkan Harimau Sumatera yang mengalami konflik dengan manusia.

Di pertengahan 2008, lima ekor Harimau Sumatera yang berkonflik dengan manusia direlokasi ke PRS TWNC dan satu ekor buaya langsung dilepasliarkan di Kawasan Tambling.

Setelah direhabilitasi, dua ekor Harimau Sumatera tersebut dilepasliarkan pada 22 Juli 2008. Sedangkan yang lainnya masih membutuhkan perawatan di PRS TWNC.

Setahun kemudian, tepatnya pada 15 Oktober 2009, PRS TWNC diresmikan sebagai Lembaga Konservasi Satwa oleh Menteri Kehutanan pada saat itu, Zulkifli Hasan.

Total, sampai saat ini TWNC telah empat kali melepasliarkan  tujuh ekor Harimau Sumatera, serta satwa – satwa langka lainnya seperti kukang, buaya muara, penyu, dan burung elang.

Menurut catatan Ardi Bayu, koordinator Konservasi alam TWNC, pelepasliaran Harimau Sumatera di TWNC pertama kali dilakukan oleh Menteri Kehutanan MS Kaban (22 Juli 2008). Lalu pelespasliaran kedua oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (22 Januari 2010). Kemudian ketiga oleh Menteri KHLK Siti Nurbaya dan Menteri KKP Sri Pudjiastuti (3 Maret 2015).

“Pelepasliaran yang terakhir dilakukan pada 10 Juni 2017 oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, seekor Harimau Sumatera, Muli yang tidak berkonflik dengan manusia tetapi ditinggalkan induknya dalam kondisi luka parah di bagian perutnya, di dekat Pos Penjagaan TWNC. Pada saat yang bersamaan Panglima TNI juga melepasliarkan puluhan penyu dan ratusan burung ke alam liar,” jelas Bayu di Tambling, Senin (31/7/2017).

Bayu dan seluruh tim konservasi di TWNC berharap agar ke depan Pemerintah bersama masyarakat lebih memberikan perhatian dan ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia khususnya Harimau Sumatera.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:57 WIB

Usai Pemilu Investor Didorong Lirik 10 Saham Pilihan

Jakarta - Mengawali pekan pertama paska perhelatan besar pemilu, kondisi kepastian yang mulai terbentuk akan menjadi salah satu faktor pendorong untuk kembali naiknya IHSG hingga beberapa waktu…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:32 WIB

Awal Pekan IHSG Bertahan di Atas 6500

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi kembali mengalami konsolidasi cenderung tertekan diarea level psikologis 6500.

Kapal Ternak (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 05:37 WIB

Kapal Ternak Sebagai Wujud Implementasi Program Tol Laut

Jakarta, Pemerintah telah mencanangkan program Nawa Cita salah satunya dengan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dengan implementasi Program Tol Laut yang secara umum dilatarbelakangi…

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…