INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat okupansi perhotelan di Yogyakarta meningkat seiring dengan masa puncak (high season) pengunjung yang dimulai pada Juli 2017.
"Sekarang sudah meningkat dengan okupansi tertinggi hingga 80 persen untuk hotel di ring satu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Kamis (27/7/2017)
Menurut dia, meningkatnya tingkat hunian kamar itu seiring dengan masa musim liburan bagi wisatawan dari negara-negara Uni Eropa serta meningkatnya program "Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition" atau MICE yang diselenggarakan instansi pemerintahan atau swasta. Ia memperkirakan peningkatan kunjungan akan berlangsung hingga September 2017.
Istijab juga meyakini kunjungan Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Yogyakarta beberapa waktu lalu, dinilainya menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.
Menurut dia, selain di zona ring satu yang berada di kawasan Malioboro, tingginya okupansi juga terjadi di zona ring dua yang ada di kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen. "Harapannya okupansi bisa naik lagi saat libur akhir pekan," kata dia.
Manajer Hotel Tentrem Yogyakarta, Ilus Ruswati mengakui sejak awal Juli 2017 okupansi hotel yang tidak jauh dari Tugu Yogyakarta itu mencapai 80 persen. Tingginya tingkat hunian itu, menurut dia, lebih didominasi oleh banyaknya tamu-tamu dari instansi pemerintahan.
"Untuk MICE dari instansi pemerintahan memang sedang menggeliat dan kami perkirakan sampai November 2017. Kalau untuk tamu mancanegara di sini persentasenya hanya 10 persen," kata Ilus seperti dilansir Antara.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agen (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Udhi Sudhiyanto mengatakan sejak awal Juli 2017 tiket perjalanan wisata di biro-biro travel yang biasa melayani wisatawan Eropa sudah habis dipesan. "Untuk biro yang biasa melayani tamu-tamu Eropa rata-rata tiketnya sudah 'full booked'," kata dia.