Okupansi Hotel di Yogyakarta Mulai Meningkat

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 30 Juli 2017 - 04:02 WIB

Jln Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto:wikipedia)
Jln Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto:wikipedia)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat okupansi perhotelan di Yogyakarta meningkat seiring dengan masa puncak (high season) pengunjung yang dimulai pada Juli 2017.

"Sekarang sudah meningkat dengan okupansi tertinggi hingga 80 persen untuk hotel di ring satu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Kamis (27/7/2017)

Menurut dia, meningkatnya tingkat hunian kamar itu seiring dengan masa musim liburan bagi wisatawan dari negara-negara Uni Eropa serta meningkatnya program "Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition" atau MICE yang diselenggarakan instansi pemerintahan atau swasta. Ia memperkirakan peningkatan kunjungan akan berlangsung hingga September 2017.

Istijab juga meyakini kunjungan Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Yogyakarta beberapa waktu lalu, dinilainya menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.

Menurut dia, selain di zona ring satu yang berada di kawasan Malioboro, tingginya okupansi juga terjadi di zona ring dua yang ada di kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen. "Harapannya okupansi bisa naik lagi saat libur akhir pekan," kata dia.

Manajer Hotel Tentrem Yogyakarta, Ilus Ruswati mengakui sejak awal Juli 2017 okupansi hotel yang tidak jauh dari Tugu Yogyakarta itu mencapai 80 persen. Tingginya tingkat hunian itu, menurut dia, lebih didominasi oleh banyaknya tamu-tamu dari instansi pemerintahan.

"Untuk MICE dari instansi pemerintahan memang sedang menggeliat dan kami perkirakan sampai November 2017. Kalau untuk tamu mancanegara di sini persentasenya hanya 10 persen," kata Ilus seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agen (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Udhi Sudhiyanto mengatakan sejak awal Juli 2017 tiket perjalanan wisata di biro-biro travel yang biasa melayani wisatawan Eropa sudah habis dipesan. "Untuk biro yang biasa melayani tamu-tamu Eropa rata-rata tiketnya sudah 'full booked'," kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…

Kota Baru Meikarta Cikarang (Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 14:00 WIB

Solusi Hunian Baru, Meikarta Pasarkan Unit Baru Seharga Rp280 Juta

Meikarta, hunian yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali memasarkan unit barunya dengan harga mulai Rp280 juta sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mencari hunian…