Jangan Anggap Remeh! Pengamat Ini Ingatkan Pemerintah Dampak Resesi Ekonomi Global Terhadap Indonesia Bisa Lebih Menakutkan

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 22 Februari 2024 - 13:53 WIB

DUITPINTAR] Resesi Global Membayangi, Persiapkan Ini Agar Keuangan Lebih Aman/doc. duitpintar
DUITPINTAR] Resesi Global Membayangi, Persiapkan Ini Agar Keuangan Lebih Aman/doc. duitpintar

INDUSTRY.co.id

 

 

Jakarta-Pendiri Haidar Alwi Instutute (HAI), R Haidar Alwi mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi dampak resesi ekonomi yang melanda sejumlah negara maju seperti Inggris dan Jepang.

 

Menurutnya, hal ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat mengganggu kondisi perekonomian global dan merambat pada negara-negara berkembang tak terkecuali Indonesia.

 

Terlebih, Jepang merupakan mitra dagang strategis yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia selain Tiongkok, Amerika Serikat dan India. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan dampak langsung yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

 

Kendati demikian, bukan berarti dampak resesi ekonomi Inggris terhadap Indonesia boleh diabaikan. Cara melihatnya harus menggunakan kacamata yang lebih luas mengingat Inggris juga memiliki hubungan dagang dengan negara-negara yang menjadi mitra Indonesia. Secara tidak langsung, resesi ekonomi Inggris juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

 

"Di era globalisasi yang mana antar negara saling terkoneksi, ketika sebuah negara mengalami krisis maka dipastikan juga akan berdampak terhadap negara lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata R Haidar Alwi, Rabu (21/2/2024) malam.

 

Dampak resesi ekonomi Jepang terhadap perekonomian Indonesia dapat terlihat dari turunnya nilai ekspor non-migas tahun 2023 sebesar 18,59 persen dibanding tahun 2022. Hal itu masih berlanjut di Januari 2024 yang turun 22,73 persen dibanding Januari 2023.

 

Di sisi lain, impor non-migas di Januari 2024 naik 0,48 persen dibanding Desember 2023 atau naik 1,76 persen dibanding Januari 2023. Dalam hal ini, Jepang menjadi salah satu dari tiga negara pemasok barang impor non-migas terbesar untuk Indonesia.

 

"Akibatnya, surplus neraca perdagangan per Januari 2024 adalah yang terendah dalam enam bulan terakhir," imbuh R Haidar Alwi.

 

Resesi ekonomi global akan berdampak signifikan terhadap negara-negara yang bergantung pada komoditas impor. Ketika negara eksportir lebih memprioritaskan kecukupan stok dalam negerinya masing-masing, maka negara importir akan gagal memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakatnya karena terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

 

"Indonesia misalnya sebagai negara yang bergantung pada impor beras. Sepanjang tahun 2023 impor beras Indonesia mencapai 3,06 juta ton atau naik 613,61 persen dibanding tahun 2022. Angka ini adalah yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Impor beras terbesar Indonesia berasal dari Thailand dengan volume 1,38 juta ton atau setara 45,12 persen dari total impor beras," jelas R Haidar Alwi.

 

Ironisnya, dengan impor beras sebesar itu dan klaim stok beras di gudang Bulog masih aman, kelangkaan dan kenaikan harga beras terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pada akhir tahun 2023 lalu, pemerintah berdalih hanya bersifat sementara karena mendekati libur natal dan tahun baru. Akan tetapi faktanya sampai hari ini masalah serupa masih saja terjadi.

 

"Antrean berjam-jam bahkan sampai ada yang pingsan hingga diwarnai kericuhan untuk mendapatkan beras murah menjadi fenomena yang semakin sering terdengar dan semakin mudah dijumpai. Tidak hanya di kota tapi juga di desa," tutur R Haidar Alwi.

 

Bila kondisi ini tidak segera diantisipasi dengan strategi yang jitu, bukan tidak mungkin perekonomian Indonesia terus menuju ke arah negatif. Ancaman resesi ekonomi global akan semakin menakutkan jika tidak diimbangi dengan kesiapan di dalam negeri.

 

"Beras langka dan harganya mahal, stabilitas sosial dan politik pasca pemilu juga rawan guncangan. Ditambah buruknya ancaman dan dampak resesi ekonomi global. Pengangguran, kemiskinan dan kejahatan akan meningkat. Karena untuk urusan perut tidak bisa dianggap sepele. Chaos bisa terjadi kapan saja dan dimana saja," ucap R Haidar Alwi.

 

Oleh karena itu, untuk memperkuat ketahanan pangan, ia mengajak masyarakat kembali menggalakkan program 'rakyat bantu rakyat' seperti ketika menghadapi Pandemi Covid-19. Sebab, sense of crisis dan kepedulian kepada sesama telah terbukti mampu mengantarkan Indonesia melewati masa-masa sulit.

         

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Donny Alamsyah Surprise Disambangi Tim LAKONE di Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta

Minggu, 14 April 2024 - 09:36 WIB

Donny Alamsyah Surprise Disambangi Tim LAKONE di Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta

Laporan Aktor Aktris On Location Atau LAKONE yang dipandu wartawan kawakan Sutrisno Buyil terus Melaju dengan mewawancarai bintang beken yang saat ini sibuk berkarier di industri hiburan. Pada…

Sambut Idul Fitri, MR.DIY Bagikan Inspirasi Pengalaman Mudik Nyaman dan Sehat #LebaranJadiMudah

Minggu, 14 April 2024 - 09:23 WIB

Sambut Idul Fitri, MR.DIY Bagikan Inspirasi Pengalaman Mudik Nyaman dan Sehat #LebaranJadiMudah

Setelah berpuasa 30 hari, saatnya merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Lebaran memang selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat muslim dan saat tepat untuk berkumpul bersama keluarga.…

Jalan Pansela Jawa Sebagai Jalur Wisata dan Alternatif Mudik Lebaran 2024

Minggu, 14 April 2024 - 06:54 WIB

Jalan Pansela Jawa Sebagai Jalur Wisata dan Alternatif Mudik Lebaran 2024

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang ditargetkan tersambung dari Banten hingga Jawa Timur (Jatim). Jalan…

Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Satgas Yonif 116 Laksanakan Pendampingan Pelayanan Kesehatan

Minggu, 14 April 2024 - 06:42 WIB

Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Satgas Yonif 116 Laksanakan Pendampingan Pelayanan Kesehatan

Para Bintara pembina desa dari jajaran Kodim 1710/Mimika di tingkat Koramil kian intens melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah tugasnya. Seperti yang dilakukan oleh Babinsa…

Panglima TNI Sambut Kedatangan Hercules TNI AU C-130 J Selesai Misi Palestina

Minggu, 14 April 2024 - 06:33 WIB

Panglima TNI Sambut Kedatangan Hercules TNI AU C-130 J Selesai Misi Palestina

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyambut kedatangan Hercules TNI AU C-130 J (A-1340) yang telah sukses membawa misi negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza,…