Satgas Pangan Diharapkan Gunakan Data Akurat

Oleh : Hariyanto | Jumat, 28 Juli 2017 - 14:11 WIB

Ilustrasi pabrik beras. (Foto: DetikFood)
Ilustrasi pabrik beras. (Foto: DetikFood)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Satgas Pangan diharapkan dapat menggunakan data yang akurat karena memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengawasi sejumlah kebutuhan pokok warga, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Viva Yoga Mauladi.

"Tugas satgas itu untuk melakukan stabilisasi harga secara nasional, menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kandungan gizi yang layak terhadap pangan yang akan dikonsumsi rakyat, karena itu data yang digunakan harus akurat," kata Viva Yoga Mauladi dalam rilis yang diterima Redaksi di Jakarta, Jumat (28/7/2017)

Menurut Viva, Satgas Pangan juga harus berhati-hati sehingga tidak disusupi kepentingan pihak tertentu atau terjebak dalam "moral hazard" dalam menangani suatu kasus.

Politikus PAN itu juga mengingatkan bila data tidak akurat berpotensi terjadi salah kaprah dalam pengawasan dan penindakan.

Hal tersebut, lanjutnya, bisa berdampak kepada hal lain seperti petani yang menjadi takut dalam menjual hasil pertaniannya.

"Kalau begitu akan ada kriminalisasi petani padi, kopi, jagung, kakau dan lain-lain, ketika menjual mahal ke pengusaha. Sementara, output, hasil petani yang disubsidi itu bukan tindakan pidana," paparnya.

Selain itu, ujar dia, jika ada ancaman pidana, Viva menilai petani akan takut menjual beras ke pasar yang juga mengakibatkan seperti Pasar Induk Cipinang yang sempat kekurangan pasokan beras.

Viva juga mengingatkan bahwa tidak ada satupun UU yang melarang pembelian gabah atau padi milik petani dengan harga lebih tinggi dari kemampuan Bulog untuk mendapatkannya.

"Tidak ada undang-undang yang melarang untuk itu. Justru dengan adanya pelaku usaha yang membeli diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) itu langsung menguntungkan petani," katanya.

Namun demikian, wakil rakyat dari daerah pemilihan di Jawa Timur itu mengapresiasi langkah Satgas Pangan yang sudah sesuai perintah UU No 18 Tahun 2016 tentang Pangan dalam menjalankan tugasnya.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, harga eceran tertinggi (HET) beras di tingkat konsumen sebesar Rp9.000 per kg meliputi jenis medium dan premium.

Selain itu, HET yang berlaku untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp3.700/kg, gabah kering giling (GKG) Rp4.600/kg dan beras di tingkat petani Rp7.300/kg.

Sebelumnya, Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Franciscus Weliramg mengatakan harga beras dengan kemasan dan branding yang baik tidak bisa disamakan dengan harga beras eceran. Beras premium tentunya menggunakan standar mutu dan pengolahan yang berbeda serta memakan ongkos produksi yang lebih besar dari beras medium.

"Harus didefinisikan yang dimaksud beras premium itu bermerek atau bukan. Di Indonesia mau mengukur kadar air dan warna beras bagaimana? Selama ini hanya pakai perkiraan pedagangnya. Pengepul akan lihat berasnya lalu tentukan harganya," kata Franky.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jenny Widjaja, selaku pendiri Paberik Mie tampak antusias menyambut pengunjung menikmati kuliner mie ayam sehat dan alami

Jumat, 21 Juni 2019 - 05:50 WIB

Waralaba Paberik Mie, Bisnis Sehat dan Aman

Bagi Anda pengunjung Pekan Raya Jakarta, JIExpo Kemayoran selain menikmati hiburan live musik, kurang pas tanpa menjajaki aneka kuliner disana. Dari bermacam aneka kuliner yang hadir disana,…

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia, Volvo memperkenalkan inovasi terbarunya yang bernama Volvo Dynamic Steering.

Jumat, 21 Juni 2019 - 03:46 WIB

Volvo Trucks Hadirkan Inovasi Setir Mobil Anti Lelah

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia. Pada demonstrasi produk di Sentul Kamis (20/6/2019). V

Pemenang Traveloka Experience

Kamis, 20 Juni 2019 - 23:16 WIB

Traveloka Xperience Hadir Tawarkan Ribuan Pengalaman Menyenangkan di Seluruh Dunia

Tahukah Anda bahwa kebutuhan hiburan dan gaya hidup orang Indonesia meningkat secara signifikan belakangan ini? Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2015 hingga 2017, secara…

Lion Air (Ist)

Kamis, 20 Juni 2019 - 22:00 WIB

Lion Air Mengajak Millennials Traveling Jelajahi Destinasi Indonesia

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group hari ini mengumumkan program promo yang bertemakan #wujudkanmimpiterbang untuk rute penerbangan domestik. Tarif spesial ini bertepatan…

DSC|X 2019 Gelar Roadshow di Kota Semarang

Kamis, 20 Juni 2019 - 21:31 WIB

Potensi Tinggi Wirausaha Muda, Ajang DSC|X 2019 Gelar Roadshow di Kota Semarang

Ajang yang sejauh ini meraih antusiasme tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara daring pada 15 Mei lalu dihelat di Impala Space, sebuah coworking…