INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melaporkan mandat pemeringkatan surat utang korporasi Rp49,54 triliun hingga akhir September 2023.
"Dari sektor perbankan mencapai Rp12,9 triliun," kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih di Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Pada sektor industri bubur kertas dan tissue dengan nilai rencana penerbitan sebesar Rp9,94 triliun dan berasal dari 4 perusahaan. Selanjutnya adalah perusahaan induk atau holding company yang berencana menerbitkan surat utang senilai Rp5,9 triliun.
"Jadi ada potensi penerbitan pada kuartal IV atau mungkin pada tahun depan," jelasnya.
"Berasal dari BUMN mendominasi mandat yang terima Pefindo jika dibandingkan dengan perusahaan swasta. Secara total, mandat yang diperoleh dari BUMN mencapai Rp34,63 triliun yang berasal dari 17 perusahaan. Sedangkan mandat dari perusahaan swasta berasal dari 14 perusahaan dengan nilai Rp14,9 triliun," katanya.
Ia mengungkapkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkontribusi terbesar yaitu Rp22,95 triliun.
Penerbitan obligasi sebesar Rp10,46 triliun, sukuk senilai Rp8,9 triliun, medium term notes (MTN) Rp4,17 triliun, PUB sukuk Rp1,75 triliun, serta Surat Berharga Komersil (SBK) senilai Rp1,2 triliun.