INDUSTRY.co.id - Jakarta: Pendaftaran Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2023 resmi dibuka dalam dua kategori, yaitu kategori umum dan wartawan, mulai 6 Juni hingga 6 November 2023.

Advertisement

 Memasuki tahun ke-15 untuk LFA dan tahun ke-9 untuk APA, tahun ini tema yang diangkat adalah Semangat Untuk Hari Ini dan Masa Depan Indonesia. 

“Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2023 diharapkan menjadi wadah apresiasi untuk anak-anak bangsa yang telah menyebarluaskan berbagai kontribusi positif yang dilakukan masyarakat sekitar dengan penuh semangat, melalui karya foto ataupun karya tulis," kata Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah.

Advertisement

Foto-foto yang bisa didaftarkan untuk mengikuti LFA adalah foto-foto yang menggambarkan tentang semangat, usaha, atau kegiatan masyarakat Indonesia pada saat ini untuk menjaga keberlanjutan masa depan bangsa.

Terdapat berbagai hadiah menarik yang bisa diraih oleh para pemenang LFA dan APA 2023. Mulai dari motor Honda CBR250RR, Honda CB150X, Honda Vario 125 CBS-OSS, kamera Sony ZV1F, headphones Jabra Elite 45H, hingga smartwatch Casio G-SHock.

Advertisement

Masyarakat umum termasuk para awak media dan  civitas akademika diajak untuk bisa menggambarkan format Bangsa Indonesia ke depan lewat narasi dan foto-foto yang dilombakan. 

Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Prof Dr Semiarto Aji Purwanto saat konferensi pers Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2023 yang dibuka  untuk umum dan wartawan di Auditorium Mochtar Riady, FISIP UI, Kota Depok, Jumat (29/9/2023).

Advertisement

Menurutnya event yang bertajuk "Semangat Hari ini dan Masa Depan Indonesia" sesuai dengan yang dilakukan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia selama ini yang memacu semangat sekarang dan yang akan datang untuk kebaikan serta masa depan Indonesia. 

FISIP UI memiliki tujuh departemen dan tujuh disiplin ilmu. Diakui, lomba foto dan narasi tidak hanya relevan dengan prodi komunikasi, tetapi sangat relevan untuk semua prodi.

“Media dan kebiasaan literasi kita berubah sangat cepat. Pilihan-pilihan medianya juga berubah. Foto-foto harus bisa berbicara dan menimbulkan penasaran untuk orang cari tahu. Hal-hal human interest sangat penting bisa dicapture lewat foto,” pesannya.

"Sebagai fakultas yang fokus pada sosial dan politik, dewasa ini selalu bicara seperti apa format Indonesia di masa depan. Jadi bukan saja masa depan politik, namun juga masa depan sosial masyarakat kita," lanjut Prof Semiarto. 

Dengan demikian, masyarakat luas tergerak akan event tersebut, karena tajuk lomba foto dan pewarta berupa narasi yang bisa menggerakkan.

"Di luar kampus dan peserta lomba dapat menggerakkan warga negara. Jadi tidak berhenti di situ. Mari kita sama-sama bergerak membayangkan, merancang dan mengerjakan berbagai PR (pekerjaan rumah) memastikan masa depan Indonesia agar tetap cerah," papar Prof Semiarto Aji Purwanto.