Wawancara ke Wawancara, Tidak Kunjung Kerja? Ini Solusinya!

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 22 Juli 2017 - 07:55 WIB

Ilustrasi Wawancara Kerja (Ist)
Ilustrasi Wawancara Kerja (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Selalu menjadi perasaan yang menyenangkan ketika menerima undangan wawancara kerja, terutama bila berasal dari perusahaan yang Anda impikan untuk waktu yang lama. Mereka sulit didapat di dunia kerja yang semakin bersaing ini sehingga setiap undangan wawancara terasa seperti sebuah prestasi kecil. Ini adalah pertanda bahwa seseorang mengenali nilai Anda dan percaya bahwa Anda adalah kandidat yang baik untuk sebuah pekerjaan.

Tapi bagaimana jika semuanya berakhir sampai disana? Bagaimana jika alih-alih berlanjut ke tahap berikutnya dari proses perekrutan, Anda mendapati diri Anda masih dalam keadaan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan - hanya beralih dari satu wawancara ke wawancara lainnya dan tidak pernah mendapat banyak peluang untuk mendapatkan tawaran pekerjaan.

Mungkin masalahnya terletak pada cara Anda bersikap selama proses wawancara, atau mungkin karena hal-hal lain yang terjadi setelah proses wawancara selesai. Rekruter seringkali akan memeriksa referensi yang Anda cantumkan untuk mencari pendapat kedua sebelum memutuskan apakah mereka ingin mempekerjakan Anda atau tidak. Apapun masalahnya, selalu ada solusi yang bisa Anda terapkan untuk membantu Anda membuat semua hal berbalik sesuai keinginan Anda:

Lakukan latihan wawancara  tiruan dengan seorang teman

Sejujurnya, kita seringkali tidak sadar dengan sikap kita di akhir wawancara. Harus diingat bahwa jawaban yang Anda berikan hanya mempengaruhi sebagian kecil dari proses wawancara secara keseluruhan. Pewawancara tidak hanya mendengarkan setiap kalimat yang kita ucapkan, mereka juga mengamati cara kita berkomunikasi melalui bahasa tubuh kita. Sebuah gerakan kecil yang alami bagi kita dapat ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain, jadi sebaiknya kita memperhatikannya selama proses wawancara berlangsung. Solusi terbaik Anda untuk masalah ini adalah dengan merekam sebuah wawancara tiruan dengan seseorang yang Anda percaya sehingga Anda dapat melihat apa yang pewawancara lihat saat mereka berbicara dengan Anda. Perhatikan dengan cermat bagaimana Anda menjawab sebuah pertanyaan begitu juga dengan sikap Anda selama sesi berlangsung. Begitu Anda telah menemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan,  kerjakan dengan pasangan Anda sehingga Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada saat wawancara yang sebenarnya.

Latihan, latihan, latihan

Pepatah lama mengatakan, "Latihan membuat jadi sempurna," tetap berlaku selama proses pencarian pekerjaan. Sebagai pelamar, peran Anda adalah untuk meyakinkan rekruter bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini, jadi pastikan Anda sudah siap untuk setiap undangan wawancara yang Anda terima. Antisipasi setiap jawaban yang mungkin akan ada selama wawancara dan latihlah jawaban Anda sampai Anda hafal mereka dalam hati Anda. Latihan wawancara tiruan dari tips yang pertama adalah cara sempurna untuk melakukan semua itu. Interpretasikan diri Anda dengan baik dengan jawaban yang benar dan  mungkin Anda akhirnya akan mendapatkan tawaran pekerjaan.

Mundur sedikit ke belakang dan bayangkan hal yang menjadi pertimbangan Anda dalam memilih pekerjaan yang Anda lamar

Agar solusi ini berhasil, Anda harus kembali tepat diwaktu saat Anda baru saja mulai mencari lowongan pekerjaan. Bagaimana Anda memilih kriteria pekerjaan yang ingin Anda dilamar? Mungkin alasan mengapa Anda tidak ditelepon kembali adalah karena manajer HRD tidak berpikir Anda cocok untuk mereka. Anda mungkin telah melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan Anda. Ini mungkin juga merupakan situasi di mana Anda mungkin sesuai dengan kriteria untuk mengisi posisi tersebut, hanya saja Anda tidak cocok untuk bekerja di perusahaan yang membutuhkan. Jangan sedih jika begitu, Anda harus lebih berhati-hati saat melamar pekerjaan kedepannya . Carilah lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda di perusahaan yang sesuai dengan kepribadian Anda.

Lihat bagaimana cara Anda mempresentasikan diri Anda di depan pewawancara

Pesona diri adalah segalanya ketika melakukan wawancara kerja - ini adalah pertama kalinya rekruter bertemu dengan Anda dan ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan Anda untuk meraih hadiah jadi pergunakan kesempatan ini untuk membuat kesan yang bagus dan tidak terlupakan. Berpikiran positif adalah kuncinya - orang akan tertarik pada orang yang bersikap ramah dan optimis jadi pastikan Anda memancarkan getaran itu dari dalam diri Anda. Bersikaplah yang ramah dan menyenangkan, dan perhatikan sikap Anda selama proses ini berlangsung. Inilah rahasia yang mungkin tidak ingin diberitahukan oleh seorang HR profesional: Benar sekali, pencari kerja mendapat pekerjaan sesuai dengan bakat dan keahlian mereka, tetapi perekrut juga akan mempertimbangkan kepribadian calon pekerja ketika saatnya tiba bagi mereka untuk memutuskan siapa yang akan dipekerjakan. Secara singkat, orang ingin bekerja dengan orang-orang yang mereka rasa memiliki hubungan atau merasa bisa bergaul dengan mereka. Jika Anda orang yang agresif, gugup atau hanya orang memiliki sifat negatif secara keseluruhan, ada kemungkinan besar Anda tidak akan diterima di awal bahkan jika Anda memenuhi (atau bahkan melampaui) kriteria yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.

Lakukan pengecekan latar belakang diri Anda sendiri secara online dan offline

Bagaimana jika Anda mendapati diri Anda sudah melakukan yang terbaik pada hari wawancara - Anda dapat menjawab pertanyaan pewawancara secara memadai dan penuh percaya diri, semua sembari menjaga hubungan baik dengannya - namun Anda masih belum mendapatkan tawaran pekerjaan pada akhirnya? Anda mungkin ingin melakukan sedikit investigasi untuk menemukan alasannya. Pertama, cek dengan referensi Anda: apakah orang-orang ini dapat Anda percaya untuk memberikan ulasan positif tentang Anda? Selanjutnya, periksa tentang diri Anda secara online: apakah itu manggambarkan diri Anda dengan cara yang positif atau tidak? Seringkali, rekruter tidak akan ragu untuk mengubah pikiran mereka tentang mempekerjakan seseorang saat mereka menemukan sesuatu hal yang negatif tentang orang tersebut setelah wawancara selesai. Periksa untuk melihat apa yang bisa mereka temukan tentang Anda secara online dan offline dan perbaiki hal hal yang mungkin Anda sukai sesegera mungkin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto:Ridwan)

Sabtu, 20 April 2019 - 12:05 WIB

Usai Pemilu, Menperin Optimis Investasi Industri Kian Agresif

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun…

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 11:17 WIB

Koku Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar US$2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Pendanaan Pra-Seri A ini dipimpin oleh Jason Zeng, Co-founder Tencent Holdings dan pendiri perusahaan angel investment asal China, Decent Capital.

Perkebunan kelapa

Sabtu, 20 April 2019 - 11:05 WIB

Kemenperin Pastikan Bisnis Industri Olahan Kelapa di Indonesia Masih Sangat Prospektif

Bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan…

Oppo F11 Pro (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 10:59 WIB

Masa Pre-order Selesai, Smartphone Oppo F11 Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Perangkat Oppo F11 menjadi favorit karena kemampuan kamera belakangnya untuk mengambil foto portrait memukau dalam gelap, memori besar, pengisian daya cepat, serta harganya yang cukup terjangkau,…

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI

Sabtu, 20 April 2019 - 10:32 WIB

Peringati Harkonas, YLKI Minta Pemerintah Serius Lindungi Konsumen

Setiap 20 April, diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional, atau Harkonas yang tak bisa dilepaskan dari UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Pasalnya Harkonas mengacu pada…