INDUSTRY.co.id-Jakarta – Kembali mengulang sukses mengadakan Golf Turnamen antar regional di tahun 2015 silam, Komunitas Air Cargo Golf Club Indonesia kembali menggelar golf turnamen untuk ke empat kalinya menjadi tuan rumah setelah sempat vakum selama tiga tahun karena dilanda pandemi.
Turnamen yang dilaksanakan selama dua hari ini , mengambil tempat di dua lapangan golf ternama di Jakarta yaitu Damai Indah Golf Club dan Sedayu Indo Golf yang merupakan lapangan terbaru di Jakarta Utara.
Masli Mulia, Komisaris, PT Samudera Indonesia Tbk yang juga sebelumnya menjabat sebagai Chairman AGC Indonesia mengatakan event ini dimulai kali pertama diselenggarakan sejak 1990.
"Tiap tahun selalu diadakan dan tempat selalu berubah, terakhir di Thailand, dan tahun ini di Indonesia," katanya.
Turnamen kali ini diikuti oleh enam anggota Air Cargo Golf Club antara lain negara Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Indonesia. Ajang golf gathering AGC yang sudah dinantikan ini memang terasa istimewa karena dilaksanakan setelah pandemi dan menjadi tempat untuk saling berkumpul dan memperluas networking para anggota di dalam bisnis cargo dan transportasi.
Selain itu pak Adji Gunawan selaku Ketua AGC Indonesia manambahkan “Turnamen ini bukan tentang menjadi pemenang , namun lebih kepada merayakan semangat kebersamaan dan menikmati permainan golf itu sendiri”. di Jakarta, Selasa (26/7/2023).
Terlaksananya turnamen ini juga merupakan momentum yang baik untuk menunjukkan bahwa per ekonomian Indonesia mulai bangkit setelah berhasil keluar dari masa pandemic. Terbukti dengan antusiasme peserta dari luar negri untuk mengikuti Golf Gathering tahun ini.
Sekilas mengenai komunitas Air Cargo ini, turnamen regional pertama dilaksanakan di tahun 1990 di Singapur dan hanya diikuti oleh Singapur dan Thailand. Setelah itu komunitas semakin berkembang dengan bergabungnya Indonesia di komunitas ini di tahun 1994. Dan pada akhirnya Regional Tournament AGC ini menjadi event tahunan yang selalu dinanti para anggotanya.
Terkait bisnis cargo, kata Masli secara industri hingga kini ada kenaikan pendapatan 200 persen.
"Ada dampak lain saat pandemi yaitu positif, misalkan saya alami trade ada peningkatan. Hukum alam begitu. Sehingga meningkatkan kebutuhan pasar," katanya.