INDUSTRY.co.id - Ngada, NTT - Kabupaten Ngada dikenal memiliki potensi pariwisata alam yang lengkap. Dengan diresmikannya gedung layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Ngada, NTT, oleh Kepala Perpusnas, Bupati Ngada Andreas optimis terhadap kemajuan di wilayahnya itu.

Advertisement

Karena menurut Bupati Andreas Paru, gedung layanan perpustakaan bisa membantu mewujudukan pembangunan sumber daya manusia Ngada yang unggul, mandiri, dan berbudaya.

“Sektor pariwisata kami jadikan sebagai lokomotif utama dalam menggerakkan sektor lain yang mendukung perekonomian untuk kesejahteraan,” ungkap Bupati Andreas Paru di sela-sela peresmian Perpustakaan Umum Kabupaten Ngada (12/7/2023).

Advertisement

Potensi alam dan pariwisata tidak akan mencapai hasil maksimal jika tidak disupport dengan kualitas SDM yang baik. Saat ini, menurut Bupati, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ngada merupakan yang terbaik kedua setelah Kota Kupang di wilayah NTT. 

“Keunggulan ini salah satunya disebabkan kebiasaan membaca. Maka itu, kehadiran perpustakaan patut dimanfaatkan, termasuk bahan bacaan serta ragam fasilitas yang disediakan,” ujarnya.  
 
Keindahan dan kemegahan bangunan perpustakaan umum Kabupaten Ngada juga diakui Kepala Perpusnas. Namun, Kepala Perpusnas mengingatkan bahwa pembangunan fisik sudah selesai dibangun, tapi visi misi Bupati belum selesai. 

Advertisement

“Keberadaan perpustakaan adalah mendorong tercapainya visi misi pembangunan daerah. Perpustakaan bisa menjadi parameter kemajuan Ngada,” jelas Syarif Bando.

Generasi muda sebagai penerus pembangunan perlu dibekali dengan kemampuan literasi yang bagus, apalagi di tengah gempuran dinamika informasi media sosial yang sulit dibendung.

Advertisement

“Siapa kita di hari ini tergantung pada apa yang dibaca pada sepuluh lima belas tahun lalu. Anak-anak yang saat ini sedang belajar, ketika masa lima belas tahun mendatang tiba, tergantung apa yang menjadi konsumsi bacaannya hari ini,” ujar Syarif Bando.

Sementara itu, pada kesempatan talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira menyampaikan akhir-akhir ini media massa ramai memberitakan perihal berpindahnya status ribuan mahasiswa WNI menjadi warga negara Singapura. 

Andreas menyoroti hal tersebut dengan mengatakan bahwa yang berpindah sesungguhnya adalah otaknya (baca: literasi). Karena literasi merupakan hak asasi yang fundamental dan fondasi penting untuk proses pembelajaran sepanjang hayat. 

Menanggapi temuan studi Program for International Students Assessment (PISA) pada 2018 yang menunjukkan hasil kualitas minat baca pelajar Indonesia rendah, berada di bawah level 2, Andreas mengomentari bahwa itu berarti para siswa  Indonesia tidak mampu menemukan gagasan utama atau pun informasi dalam teks pendek.

"Oleh karena itu, tidak ada cara lain selain untuk meningkatkan literasi. Hugo menjabarkan ada empat hal penting yang bisa dilakukan, yaitu memperbaiki sistem pendidikan, memperluas akses masyarakat terhadap komputer, akses terhadap surat kabar, dan yang tidak kalah penting akses masyarakat ke perpustakaan," kata Andreas.

Pada kesempatan yang sama, turut dikukuhkan Cecilia Sarjiyem sebagai Bunda Literasi Ngada oleh Bupati Andreas Paru.