INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melaporkan punya mandat pemeringkatan surat utang hingga akhir Juni 2023, senilai Rp 61,30 triliun.
Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran mengatakan, perencanaan emiten di tahun ini cukup besar sebenarnya meskipun jumlah penerbitan surat utang hanya sedikit.
"Beberapa surat utang pun di antaranya sudah terbit tapi memang tidak diserap oleh investor sepenuhnya," kata dia di Jakarta,
Pefindo melaporkan Mandat dari 41 perusahaan, baik berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun non BUMN. Pefindo menjelaskan penerbitan obligasi korporasi per Juni 2023, berasal dari 23 perusahaan non BUMN sebesar Rp 36,64 triliun. Adapun 18 perusahaan BUMN menerbitkan surat utang sebesar Rp 24,66 triliun. Perusahaan dari sektor industri bubur kertas dan tisu memiliki rencana emisi terbesar yaitu Rp 16,63 triliun.
Kemudian perbankan Rp 7,6 triliun, pertambangan Rp 7 triliun, multifinance Rp 5,6 triliun, dan perusahaan induk sebesar Rp 3,9 miliar.
Pefindo memeringkatkan jenis penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar Rp 25,69 triliun, PUB obligasi Rp 14,05 triliun dan sukuk Rp 10,49 triliun.