INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tim Delegasi Swiss yang dipimpin oleh Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss, Jihann N. Schneider-Ammann hari ini menemui Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (14/7/2017).
Dalam hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut diantaranya peningkatan kerjasama di sektor pendidikan vokasional, politeknik dan sebagainya.
Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin, A. Riyanto mengatakan, tim delegasi Swiss membicarakan mengenai kerjasama di sektor pendidikan vokasional, karena itu menjadi program prioritas Kementerian Perindustrian.
"Kita sudah punya letter of intent dengan Swiss, dan letter of intent ini sudah diimplementasikan dalam bentuk yang lebih teknis. Saat ini sudah ada empat sekolah politeknik yang didorong yaitu, Politeknik Morowali, Politeknik Bantaeng, Politeknik Batu Licin dan satu lagi yang sedang dalam tahap pembangunan ada di Semarang," ungkap Riyanto kepada INDUSTRY.co.id di kantor kemenperin, Jakarta (14/7/2017).
Sebelumnya, pada tanggal 28 Februari 2017, telah dilakukan penandatangan Letter of Intent antara Kementerian Perindustrian dan SECO dalam bidang Dual Vocational Education and Training yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal KPAII dan Duta Besar Swiss untuk Indonesia di Mojokerto.
Kementerian Perindustrian dalam hal ini Pusdiklat Industri dan SECO berencana melakukan pengembangan vokasi industri di Indonesia, termasuk rencana pembentukan 8 politeknik atau akademi komunitas (community college) baru hingga tahun 2019.
"Untuk saat ini keempat politeknik tersebut yang sudah ditetapkan sebagai politeknik yang didorong terlebih dahulu kerjasamanya. karena model pendidikan vokasi Swiss ini bisa diterapkan di empat politeknik tersebut, selanjutnya akan diterapkan di sekolah lainnya. Karena kita juga banyak sekolah lainnya yang di bawah naungan kementerian Perindustrian yang perlu didorong," Kata Riyanto.
Sementara itu, ada tanggal 3 November 2015, 4 politeknik Indonesia yaitu ATMI Cikarang, ATMI Solo, Polman ASTRA, dan Polman Bandung menandatangani MoU dengan SITECO Swiss tentang pembentukan Association of Advanced Politekniks Indonesia (AAPI).
Pada tahun 2017, AAPI berganti nama menjadi Association of Polytechnic and Industry Indonesia (APII). Pembentukan APII dimaksudkan untuk mengembangkan dan menerapkan konsep dual VET yang diterapkan oleh Swiss.
"Dalam konsep dual VET, pendidikan vokasi merupakan tugas bersama antara industri, sekolah, dan pemerintah (tripartite system). Kemenperin RI bersama dengan SECO, mendukung keberadaan APII sebagai partner institution melalui regulasi dan kerjasama antar pemerintah," ucap Riyanto.
Salah satu aktivitas program pendidikan vokasi yang diharapkan dari APII adalah Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Aircraft. Menurutnya, pihak APII bersama dengan Indonesia Aircraft Maintenance Service Association (IAMSA) telah difasilitasi oleh Kemenperin RI untuk bertemu dengan SR Technics dalam mengembangkan pendidikan vokasi MRO di Indonesia.
"Melihat prospek pasar MRO, Indonesia membutuhkan SDM yang MRO besar agar bisa memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Jumlah politeknik untuk mencetak SDM yang kompetitif juga belum memenuhi kebutuhan karena itu kerjasama dengan SR Tecnics sangat dibutuhkan APII untuk dapat mengembangkan pendidikan vokasi MRO aircraft," tutup Riyanto.