INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis) bagi para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di politeknik maupun akademi komunitas di sektor industri.
Jarvis merupakan inovasi dari Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin untuk memfasilitasi peserta yang ingin mendaftar pada perguruan tinggi di bawah Kemenperin, sehingga menjadi terpusat (one-stop integrated service) dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
JARVIS untuk Politeknik dan Akademi Komunitas, diharapkan dapat menjaring 4.053 mahasiswa baru. Sedangkan JARVIS SMK akan menampung 2.399 siswa.
Saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki unit pendidikan vokasi industri yang terdiri dari 9 SMK, 11 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dengan jumlah siswa dan mahasiswa aktif sebanyak 17.930 siswa.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan mengatakan, untuk mendukung industri berkembang secara berkelanjutan sumber daya manusia (SDM) industri merupakan subjek pembangunan ekonomi dan tidak terpisahkan dari proses produksi.
Berdasarkan laporan Bank Dunia pada tahun 2018, kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara dimana Nilai Human Capital Indeks Indonesia (HCI) Indonesia adalah 0,53 tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara
Dari data World Bank perkembangan HCI Indonesia pada tahun 2020 lebih baik dibandingkan tahun 2018 dimana HCI Indonesia menjadi 0,54. Meskipun begitu, skor HCI Indonesia ini, masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura.
"Oleh karena itu, perlunya peningkatan kualitas SDM industri melalui program pendidikan dan pelatihan dalam bidang pengembangan keterampilan atau yang kita kenal dengan program vokasi yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta," terangnya.
Kepala BPSDMI menyebut, seluruh unit pendidikan vokasi industri Kemenperin telah menerapkan pendidikan berbasis kompetensi yang bermitra dengan Industri.
Menurutnya, keberadaan industri merupakan mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi sehingga terlibat aktif mulai dari proses perekrutan, praktik kerja industri, hingga penempatan kerja.
Pendidikan vokasi di Kemenperin hingga saat ini telah mempunyai 1600 mitra industri dan telah menyelenggarakan pendidikan sistem ganda yang telah link and match dengan Industri dimana.
"Dukungan dari mitra luar negeri seperti dari Swiss, Jerman dan Singapura juga menguatkan kualitas unit pendidikan Kemenperin dalam mencetak SDM Industri unggul yang tidak hanya berkiprah di kancah nasional tapi juga siap berkompetisi di dunia global," papar Masrokhan.

Dikesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Emmy Suryandari mengatakan, kegiatan penerimaan mahasiswa baru bagi Politeknik dan Akademi Komunitas di lingkungan Kemenperin telah sejalan dengan Peraturan Pemerintah nomor 57 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Oleh Kementerian Lain Dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian.
Emmy menjelaskan bahwa Jarvis terdiri dari tiga jalur pendaftaran, yaitu JARVIS Mandiri yang diadakan oleh unit pendidikan masing-masing.
Jarvis Prestasi untuk seleksi bagi siswa berprestasi, dan Jarvis Bersama yang diselenggarakan secara serentak bagi seluruh unit pendidikan Kementerian Perindustrian.
“Untuk Jarvis Bersama, semua proses dilakukan secara daring melalui situs jarvis.kemenperin.go.id. Pendaftaran dimulai dari 10 April sampai dengan 19 Mei 2023,” jelasnya.
Menurut Emmy, seluruh unit-unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin diminati oleh banyak lapisan masyarakat.
"Hal ini ditandai dengan 31.050 pendaftar pada tahun 2022, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 27.203 pendaftar,” tutupnya.