Kalah Bersaing, Industri Baja Domestik Belum Bisa Mencapai Kapasitas Optimal

Oleh : Hariyanto | Kamis, 13 Juli 2017 - 10:55 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta —  Produksi pabrikan baja domestik masih belum mencapai kapasitas maksimum lantaran tidak mampu menyaingi harga baja impor asal Tiongkok.

"Masalah impor alloy steel, memang butuh pengendalian yang lebih efektif. Sekarang lagi proses supaya impornya terkena beamasuk anti dumping," kata Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Purwono Widodo kepada awak media  di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Badan Pusat Statistik mencatat impor baja selama Januari hingga Mei 2017 tercatat sebanyak 5,43 juta ton dengan nilai mencapai US$3,08 miliar. Nilai impor itu naik 31,48% dibanding periode yang sama pada 2016, yaitu senilai US$2,3 miliar dengan volume sebesar 5,38 juta ton.

Asosiasi Besi dan Baja Asean atau Southeast Asia Iron and Steel Institute (SEAISI) mencatat permintaan baja pada seluruh negara Asean mengalami pertumbuhan dua digit, kecuali Malaysia dan Singapura.

Vietnam mengalami kenaikan permintaan baja tertinggi yakni sebanyak 22,3% yoy menjadi sebanyak 22,3 juta ton. Thailand berada di urutan kedua dengan kenaikan permintaan domestik sebesar 15,1% yoy menjadi 19,2 juta ton, sementara itu, permintaan baja di Indonesia melonjak 11,4% yoy menjadi 12,7 juta ton.

Seperti diketahui, Tiongkok mengekspor sebanyak 108,43 juta ton baja ke berbagai negara pada 2016. Tapi, pemerintah Tiongkok berkomitmen untuk memangkas kapasitas produksi baja domestiknya sebanyak 50 juta ton mulai tahun ini.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Yosh Mulyadi kuasa hukum Nagaswara Music

Rabu, 01 April 2020 - 09:30 WIB

Sengketa Hukum Gen Halilintar dan Nagaswara Musik Belum Berakhir

Setelah melalui sidang secara maraton, label Nagaswara Music yang menggugat Gen Halilintar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Harus menelan pil pahit karena hakim Pengadilan Negeri Jakarta…

Gedung Bank Indonesia

Rabu, 01 April 2020 - 09:10 WIB

BI Bebaskan Sanksi Bayar Keterlambatan Laporan

Bank Indonesia memberikan relaksasi kepada bank umum dan seluruh pihak yang memiliki kewajiban pelaporan kepada Bank Indonesia serta kepada eksportir Non Sumber Daya Alam (Non SDA) yang belum…

Rabu, 01 April 2020 - 09:07 WIB

Bamsoet Dukung Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh langkah Presiden Jokowi menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Bamsoet…

Kreator Lokal di Tokopedia Bantu Lawan Corona

Rabu, 01 April 2020 - 09:00 WIB

Kreator Lokal di Tokopedia Bantu Lawan Corona

Sejak kesadaran masyarakat terhadap pandemi COVID-19 meningkat, kebutuhan akan produk kesehatan dan kebutuhan pokok lain di Tokopedia melonjak signifikan. Riset internal Tokopedia menunjukkan…

Petani sedang membawa bawang merah dari kebun

Rabu, 01 April 2020 - 08:46 WIB

Panen Bawang Merah Sumenep Seluas 300 Hektar April 2020

Wabah virus Corona alias pandemi Covid-19 bukan jadi penghalang bagi petani Sumenep untuk berupaya dalam peningkatan produksi hasil pertanian.