INDUSTRY.co.id - Jakarta-  Menurut Global CEO Survey terbaru dari Oxford Business Group (OBG), para CEO atau pemimpin perusahaan di sejumlah negara berkembang mulai menerapkan pendekatan yang lebih berhati-hati dan cenderung back-to-basics saat mendorong pertumbuhan dan ekspansi bisnis tahun ini. Beberapa dari mereka juga sempat menyebutkan bahwa menjaga pendapatan bersih akan menjadi prioritas utama, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kondisi keuangan yang semakin mencemaskan.

Global CEO Survey kali ini mengangkat tema Future Focused: What CEOs see on the Horizon for Emerging Markets in 2023.* Survey ini melibatkan lebih dari 200 CEO dan pemimpin perusahaan dari Afrika, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Kepulauan Karibia dan bertujuan untuk membahas pandangan mereka mengenai prospek bisnis secara jangka pendek.

Berfokus Pada Masa Depan: Pandangan Para CEO Mengenai Negara Berkembang di tahun 2023

Global CEO Survey menyertakan berbagai analisis mendalam mengenai dunia bisnis di negara-negara yang diamati. Oliver Cornock selaku Editor-in-Chief OBG beserta Editor Regional OBG lainnya juga ikut memberikan pandangan dan penilaian mengenai perkembangan dunia bisnis di berbagai negara tersebut. Global CEO Survey ini telah tersedia di tautan https://oxfordbusinessgroup.com/ceo-surveys/global-ceo-survey-what-is-on-the-horizon-for-emerging-markets/

Dalam survey ini, hampir 50% pemimpin perusahaan memiliki harapan bahwa kondisi dunia bisnis di masing-masing negara akan tetap membaik di tahun 2023. Namun, mereka juga mengkhawatirkan adanya sejumlah tantangan besar seperti fluktuasi harga komoditas, volatilitas nilai tukar, dan gangguan rantai pasokan.

Selain tantangan tersebut, proyeksi pendapatan dari operasional dalam negeri dan risiko yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan menjadi salah satu pembahasan utama. Kenaikan inflasi, ketersediaan, dan biaya kredit juga menjadi isu yang mengkhawatirkan bagi para pemimpin perusahaan. Meskipun demikian, sekitar 40% tetap optimis akan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dalam beberapa bulan mendatang, sedangkan 30% lainnya berharap agar bisnis mereka akan tetap stabil.

Isu penting lainnya yang dibahas adalah penerapan prinsip environmental, social and governance (ESG). Sekitar 17% setuju bahwa bisnis yang berbasis prinsip ESG menjadi sangat penting untuk mematuhi peraturan pemerintah dan menjaga reputasi serta image perusahaan.

Oliver Cornock mengatakan, ”Survey kami menunjukkan bahwa perekonomian mulai membaik dan bertumbuh seiring dengan pandemi Covid-19 yang semakin mereda, terutama di berbagai negara yang diamati OBG. Namun, sejumlah faktor eksternal seperti kenaikan inflasi, harga komoditas, dan nilai tukar dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik kini menjadi sejumlah isu yang cukup mengkhawatirkan bagi banyak pemimpin perusahaan.

 “Meskipun demikian, banyak pula pemimpin perusahaan yang mulai memprioritaskan pendapatan bersih, mendorong pertumbuhan bisnis dengan mengontrol pengeluaran, dan mewaspadai risiko ekonomi makro serta ketidakpastian geopolitik global.  Sejumlah negara-negara yang kami amati telah memiliki fondasi perekonomian yang kuat dan masyarakat muda yang cenderung mudah menerima teknologi baru. Saya perhatikan banyak pemimpin perusahaan yang juga mulai berfokus pada hal ini dan kembali menerapkan pendekatan back-to-basics dalam berbisnis.”

Tentang OBG CEO Surveys

OBG CEO Survey Copyright (c). All rights reserved.

CEO Surveys dipublikasikan untuk pertama kalinya oleh OBG pada tahun 2016.  CEO Surveys merupakan laporan komprehesif yang dapat diakses oleh pelanggan untuk memahami sentimen bisnis di berbagai negara yang diamati oleh OBG. Negara-negara ini biasa pasar disebut sebagai Yellow Slice yang juga menjadi lambang perusahaan OBG. Laporan mengenai negara-negara Yellow Slice ini telah menjadi bagian yang sangat penting dan populer dari berbagai penelitian yang disediakan OBG.

OBG CEO Surveys merupakan salah satu fitur dari berbagai penelitian ektensif yang disediakan. Laporan lengkap mengenai survei ini sudah tersedia dalam media cetak maupun secara online. Selain itu, ada pula beberapa studi yang sedang dilakukan di berbagai negara yang menjadi tempat OBG beroperasi.

Survei ini dirancang untuk menilai sentimen bisnis para pemimpin perusahaan (CEO dan setara) dan memahami penilaian mereka terhadap prospek usaha dalam negeri dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Tidak seperti survei lainnya, OBG CEO Survey dilakukan secara tatap muka oleh para staf OBG, serta melibatkan beragam lini bisnis, mengundang perusahaan dengan ukuran dan spesialisasi yang berbeda-beda. Hasil survei dipublikasikan secara anonim.

The Global CEO Survey dilakukan pada akhir tahun 2022 dan melibatkan 224 CEOs yang berada di:

• Timur Tengah  (33%)

• Afrika (31.7%)

• Amerika Latin and Kepulauan Karibia (21.9%)

• Asia (13.4%)

Hasil survei ini digunakan untuk menganalisis sentimen bisnis suatu negara, dan juga secara regional maupun global. Selain itu, hasil survei juga menyediakan perbandingan antara negara yang berbeda, baik secara individu maupun regional.

Hasil survei disajikan secara statistik dalam infografis dan dibahas dalam artikel yang ditulis oleh Managing Editor OBG.

Hasil survei, infografis, serta analisis berdasarkan sumber terpercaya ini disediakan oleh OBG hanya sebagai informasi. OBG tidak bertanggung jawab atas kerugian materiil ataupun kerugian finansial yang dialami oleh individu ataupun organisasi yang menggunakan hasil survey. (*)