INDUSTRY.co.id - Bekasi – Jababeka Residence menerima penghargaan Best Mega Township  Development pada ajang PropertyGuru 2022 atas pembangunan proyek Correctio yang diyakini  menjadi The Next Silicon Valley di Indonesia. Selain itu, Setyono Djuandi Darmono selaku Chairman &  Founder Kawasan Industri Jababeka Tbk menerima penghargaan Indonesia’s Real Estate Personality  of the Year. Hal ini sekaligus mengukuhkan Jababeka yang memperoleh dua penghargaan bergengsi  di bidang property dalam ajang PropertyGuru 2022.

Advertisement

Mimpi dibangunnya Silicon Valley di tanah air tidak henti digulirkan oleh sejumlah pengembang  selama beberapa dekade terakhir, namun wujud nyatanya tidak kunjung terlihat. Lantas apa  keunggulan megaproyek Silicon Valley Jababeka, Correctio hingga layak mendapatkan penghargaan  ini? PropertyGuru mengungkap bahwa indikator penilaian Best Mega Township Development terdiri  dari tiga aspek, di antaranya ide, konsep serta kondisi terkini.  

Ide dibangunnya Correctio berangkat dari misi Jababeka untuk mewujudkan ekosistem berbasis  Industry 4.0. dan Society 5.0. yang menggabungkan startup, industri, lembaga riset, modal ventura,  pemerintah, penyedia solusi teknologi dan manufaktur terdepan di satu kawasan. Hal ini tertuang  dalam suatu konsep yang disebut dengan tiga pilar Correctio yaitu Society 5.0., Industry 4.0., dan TOD  (Transit Oriented Development).  

Advertisement

Aspek ketiga yaitu kondisi terkini Correctio. Sejak semester I 2022, berbagai aksi nyata dilalui Jababeka  dengan progresif untuk mewujudkan kawasan ini. Dibangunnya Correctio juga telah mendapat  dukungan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sebagai lulusan salah satu universitas di Silicon  Valley yaitu UC Berkeley, California, Gubernur yang sering disapa Kang Emil ini menyebutkan ada tiga  hal yang menjadi faktor keberhasilan pembangunan Silicon Valley, yaitu:

1. Berada di koridor yang terhubung ke wilayah di sekitarnya  

Advertisement

Silicon Valley perlu terletak di area dengan infrastruktur lengkap yang dapat menghubungkan  komunitasnya dengan daerah lain. Bertempat di koridor Jakarta – Bandung, Correctio terletak  di lokasi yang tepat karena memiliki kesamaan dengan Silicon Valley di California yang diapit  kota San Jose dan San Francisco. Selain itu, Correctio dikelilingi dengan kelengkapan  infrastruktur seperti LRT, MRT, kereta cepat dan dikelilingi beberapa gerbang tol.

2. Memiliki banyak lembaga pendidikan

Advertisement

Sejak 1940, Silicon Valley di Amerika Serikat berkembang sebagai pusat teknologi melalui infus  lulusan universitas ternama. Hadirnya President University serta FabLab Correctio sebagai  pusat kreativitas terintegrasi di Cikarang dipercaya akan mengakomodir kebutuhan tersebut.  Selain itu, Kang Emil menyatakan Ia bersedia menjembatani universitas mancanegara yang  ingin membuka cabang di Indonesia untuk ditempatkan di Correctio.

3. Harus nyaman untuk ditinggali

Gagasan Silicon Valley bukan hanya soal pengembangan teknologi, namun juga membangun  ekosistem yang nyaman bagi komunitas untuk segala aktivitas. Correctio dilengkapi dengan  berbagai fasilitas seperti teater, fasilitas kuliner, ruang terbuka hijau, fasilitas kesehatan dan  kebugaran, serta fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda. Seluruh fasilitas ini guna menunjang kesinambungan Live, Work and Play komunitasnya. Jababeka juga telah meluncurkan CORE,  produk komersial dan residensial pertama di Correctio dengan konsep SOHO (Small Office  Home Office).

Marcus Lee selaku Managing Director PT.Grahabuana Cikarang menyatakan pihaknya sedang  menggarap program startup hackathon untuk mengisi ekosistem Correctio, “Kami akan mengadakan  Fab-Creation 2022, Startup Hackathon Day pada 16-18 November 2022 yang melibatkan 125 startup  dari penjuru negeri. Di ajang ini kami menjaring startup yang idenya bisa dimanfaatkan oleh 2000  pelaku industri di Jababeka.", jelas Marcus Lee.

Jababeka juga berhasil menggandeng sejumlah mitra untuk mewujudkan Correctio mulai dari lokal  hingga internasional, yaitu BRIN, Indogen, BISA AI, Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk  Industries, Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI Kemenperin.

Meski sektor properti masih mengalami sejumlah tantangan dan dinamika, Jababeka tetap  menunjukkan performanya dengan menorehkan prestasi bergengsi. Penghargaan ini juga berhasil  mengantarkan Jababeka ke ajang Propertyguru Asia Property Award 2022 di Bangkok, mewakili  Indonesia untuk bersaing dengan developer besar Asia lainnya. 

“Meski masih dalam tahap awal sejak dirilisnya Correctio,  kami bangga bisa menerima penghargaan Best Mega Township Development dari PropertyGuru.  Dengan seluruh dukungan dan antusiasme masyarakat yang kami terima, Jababeka akan terus  berupaya membangun inovasi di kawasan ini bersama para mitra.” kata Marcus Lee. Ia juga menekankan bahwa visi  dibangunnya Correctio tidak hanya soal mengembangkan kawasan namun juga membangun masa depan.