INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tengah menyerang Indonesia. Bukan hanya startup, kini sudah merambah ke sektor manufaktur dan tekstil di Indonesia. 

Advertisement

Pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional saat ini mengalami gelombang resesi global. Pasalnya, mereka terkena efek domino pelemahan daya beli di pasar tujuan ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agung Gumiwang Kartasasmita membeberkan sejumlah strategi agar pelaku industri tidak mengalami kebangkrutan hingga PHK.

Advertisement

"Kami terus menerus melakukan pengawalan agar supaya mereka tetap bisa beroperasi tanpa mengurangi karyawan," kata Menperin Agus dikutip kumparan, Selasa (1/11).

Menurut Menperin Agus, pemerintah juga nantinya akan mencoba membuat dan menerbitkan sejumlah kebijakan-kebijakan, khususnya kebijakan mengenai insentif atau stimulus. 

Advertisement

Agus melihat, kebijakan tersebut juga pernah dilakukan pada masa awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

"Pernah kita lakukan di awal-awal COVID-19 di Indonesia yang pada dasarnya jauh lebih berat, jauh lebih complicated dari apa yang kita hadapi sekarang," jelasnya

Advertisement

Meski begitu, ia menilai rasa optimistis harus tetap dimunculkan. Selain itu, pasar domestik juga harus segera diciptakan demi menjadi modal Indonesia.

Saat ditanya terkait jumlah laporan industri yang telah melakukan PHK terhadap karyawannya, Agus menuturkan bahwa dirinya belum memiliki data soal itu. 

"Kami belum dapat laporan dari pelaku industri terhadap PHK," katanya.