INDUSTRY.co.id - Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I Yogyakarta) menjadi provinsi ketiga yang menjalankan uji coba integrasi platform SatuSehat yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tanggal 17-19 Oktober 2022. Hasilnya, ada 158 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang siap terintegrasi ke SatuSehat. Angka tersebut terdiri dari 121 Puskesmas dan 37 rumah sakit.

“Dalam tiga hari ini, kami melakukan pertemuan dengan tenaga teknologi informasi dan pengembang sistem fasyankes di Yogyakarta untuk uji coba integrasi SIMPUS dan SIMRS ke dalam platform SatuSehat,” kata Chief Data Officer Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, Dandy Masyaril Handoko, Rabu (19/10/2022) kemarin.

SatuSehat sendiri merupakan sebuah platform untuk mengintegrasikan data kesehatan individu antar fasyankes dalam bentuk rekam medis elektronik (RME) guna mendukung interoperabilitas data kesehatan melalui digitalisasi dan standardisasi.

Dandy menjelaskan, melalui Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), data rekam medis pasien akan tercatat secara elektronik dan terintegrasi ke dalam SatuSehat.

“Dalam acara ini, fasyankes diberikan pendampingan bagaimana mengirimkan data kunjungan dan diagnosis pasien yang terangkum dalam rekam medis elektronik (RME) yang terintegrasi ke platform SatuSehat,” kata Dandy.

Data tersebut dapat dimanfaatkan fasyankes lain yang telah terintegrasi dengan SatuSehat untuk mendapatkan referensi informasi kondisi kesehatan pasien saat berpindah fasyankes maupun untuk keperluan tindakan kedaruratan medis. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan presisi.

Sementara itu, penyusun program anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) D.I Yogyakarta, Raden Sanjoyo berpendapat, terintegrasinya SatuSehat dengan sistem informasi yang dimiliki fasyankes di Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan kesehatan berbasis data yang diperoleh secara near real-time.

“Pastinya, ketika semua data sudah terintegrasi ke SatuSehat, ini akan berdampak positif dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang lebih efektif. Nantinya akan banyak informasi pelayanan kesehatan yang dapat kami akses secara cepat,” kata Sanjoyo.

Dari uji coba ini, 100 persen puskesmas di Yogyakarta telah siap terintegrasi dengan SatuSehat. Namun, Sanjoyo menerangkan, daerah ini masih menyisakan tantangan kecil dalam melakukan integrasi, terutama pada kelompok rumah sakit.

“Dari total 81 rumah sakit di D.I Yogyakarta, masih terdapat 44 rumah sakit yang masih memerlukan pendampingan untuk melakukan integrasi,” kata Sanjoyo.

Meski begitu, Sanjoyo optimis seluruh fasyankes di Yogyakarta baik puskesmas maupun rumah sakit akan terintegrasi ke dalam platform SatuSehat pada 2023 mendatang, “Terlebih sudah diterbitkannya  Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis yang diharapkan dapat mendorong seluruh rumah sakit melakukan transformasi digital di layanan kesehatannya.”

Dengan diselenggarakan uji coba SatuSehat di Yogyakarta kali ini, total ada 7.108 fasyankes yang potensial terintegrasi ke SatuSehat. Ditargetkan, 12.000 fasyankes akan terintegrasi dengan SatuSehat pada tahun ini dan seluruh fasyankes pada tahun 2023 mendatang.