INDUSTRY.co.id-Cikarang-PT Kimia Farma TBK (KAEF) mengungkapkan kinerja yang turun pada semester I 2022 bukanlah hal yang penting karena itu sifatnya sementara.
Direktur Utama KAEF David Utama mengatakan, soal kinerja tidak terlalu dikawatirkan karena hingga September ada indikator perbaikan, tanpa merinci nilai perbaikannya tersebut.
"Kita kedepankan operational excellence. Kinerja turun itu sementara," kata dia di Cikarang, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).
Tercatat, di Semester I 2022, dari sisi beban pokok pendapatan KAEF turun 20,27% menjadi Rp 2,95 triliun. Penurunan beban yang beriringan dengan pendapatan menyebabkan laba kotor emiten BUMN ini juga turun 20,97% menjadi Rp 1,48 triliun. Penurunan pendapatan ini menyebabkan Kimia Farma harus mencatat kerugian bersih Rp 205,12 miliar di semester pertama 2022.
Padahal pada periode yang sama tahun lalu KAEF masih mencatat laba bersih Rp 57,6 miliar. Pasalnya, beban usaha KAEF justru naik tipis 3,22% menjadi Rp 1,6 triliun dari sebelumnya Rp 1,55 triliun.
David mengaku Juli, Agustus hingga September, kinerja sudah membaik. Lebih dari itu operational excellence itulah yang akan generator perbaikan kinerja.
"Perbaikan itu tanggung jawab kami, ada yang fundamental yaitu operational excellence, otomatis kinerja akan ikut," jelas dia.