Miris! Petani Tembakau 'Sudah Jatuh Tertimpa Tangga'

Oleh : Ridwan | Sabtu, 01 Oktober 2022 - 11:10 WIB

Suyadi, petani tembakau di Temanggung
Suyadi, petani tembakau di Temanggung

INDUSTRY.co.id - Temanggung - Nasib petani tembakau kini semakin terhimpit. Ditengah rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun depan, para petani juga dihadapkan dengan hasil panen yang kurang bagus akibat faktor cuaca.

"Hasil panen memang kurang bagus, karena musim penghujan lebih banyak tahun ini dibandingkan musim panas, ditambah rencana kenaikan CHT. Nasib kami semakin tak pasti," kata Suyadi, petani tembakau di Desa Legok Sari, Tlogomulyo, Temanggung (30/9).

Dijelaskan Suyadi, dengan kenaikan cukai hasil tembakau, para petani harus memikul beban lebih berat lagi.

"Kita kirim tembakau ke gudang saja sudah dikenakan pajak, ke pabrikan pun demikian. Begitu cukai naik, maka yang ditekan itu adalah bahan baku yaitu tembakau dan cengkeh. Akhirnya harga di petani jadi anjlok," terangnya.

Saat ini, tambah Suyadi, harga rata-rata di petani sekitar Rp40 - 60 ribu per kilogram (kg), karena memang hasil panen tahun ini sedang menurun kualitasnya akibat faktor cuaca.

"Mereka (pembeli) itu kan melihat dari kualitas tembakaunya, jadi kalau kualitasnya kurang bagus ya otomatis harganya pun ikut menurun," papar Suyadi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa estimasi biaya produksi untuk 1 hekatre (ha) kebun sekitar Rp 60 juta, dan akan menghasilkan 6-7 kuintal tembakau kering dengan kualitas bangus dan didukung oleh faktor cuaca yang bagus pula. 

"Artinya jika dikalkulasikan, 60 juta dibagi 6-7 kuintal itu akan menghasilkan harga tembakau sekitar Rp100 ribu, itu saja baru balik modal. Makanya para petani bisa meraih hasil panen yang layak jika harganya rata-rata di atas Rp100 ribu. Dan memang sudah selayaknya tembakau kita dihargai di atas Rp100 ribu, karena memiliki kualitas yang terbaik jika didukung dengan faktor cuaca yang bagus juga," tutur Suyadi.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya pencabutan subsidi pupuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi. Termasuk pencabutan subsidi pupuk dari golongan ZA, SP 36, organik granula yang sangat dibutuhkan dalam pertanian tembakau. 

Selain pupuk, kendala tanam sekarang ada hama penggerek batang dan siput karena cuaca masih basah, sehingga hama-hama masih banyak yang menyerang tanaman tembakau. 

Dengan adanya pencabutan pupuk subsidi tersebut, lanjut Suyadi, para petani harus merogok kocek lebih dalam untuk biaya produksi menjadi sekitar Rp80 jutaan per 1 ha lahan tembakau.

"Kami ibarat sudah jatih tertimpa tangga. Sudah mahal, sulit juga mendapatkan pupuk saat ini," tegasnya.

Oleh karena itu, Suyadi berharap pemerintah membatalkan rencana kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) karena imbasnya akan semakin buruk ke petani.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL (FSPPG) - KSARBUMUSI

Sabtu, 03 Desember 2022 - 13:39 WIB

Panasonic GOBEL Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Panasonic Gobel Group mengirimkan 5.285 bantuan logistik untuk para korban bencana alam pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi di Cianjur pada 21 November 2022 lalu.

Founder Helwa Beautycare Nabila Attamimi

Sabtu, 03 Desember 2022 - 12:00 WIB

Helwa Beautycare Berikan Apresiasi Khusus Bagi Pelanggan Setianya

Saat ini skincare menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang peduli dengan kecantikan dan perawatan. Selain itu, skincare juga sudah menjadi gaya hidup yang menunjang…

Ilustrasi jantung

Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:34 WIB

Elixir Medical Corporation Perkenalkan Teknologi Baru Perawatan Jantung di ISICAM 2022

Bioadaptor adalah teknologi terbaru dalam pengobatan penyakit jantung koroner yang dikembangkan dan diproduksi oleh Elixir Medical Corporation, sebuah perusahaan teknologi medis yang berbasis…

Menteri BUMN Erick Thohir bersilaturahim bersama tokoh dan sesepuh Jawa Barat

Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:27 WIB

Silaturahmi dengan Tokoh Sunda, Erick Thohir: Ini Saya Pulang Kampung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku selalu gembira saat berkunjung ke Jawa Barat (Jabar). Ia merasa seperti pulang kampung mengingat sang ibu berasal dari Kadipaten,…

Presiden Jokowi (Sumber: Tangkapan Layar)

Sabtu, 03 Desember 2022 - 10:08 WIB

Pidato Presiden Jokowi di Kompas100 CEO Forum Tahun 2022,.

Saya tidak ingin berbicara mengenai problem dunia, karena nanti ada yang menyampaikan, Presiden itu menakut-nakuti saja setiap sambutan. Oleh sebab itu, saya ingin menyampaikan optimisme yang…