INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) dapat mengantisipasi gejolak kebijakan moneter dunia, salah satunya kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang dilakukan The Fed.

Advertisement

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan, pemerintah sudah bisa mengatisipasi kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, pemerintah melihat hal tersebut tidak seagresif yang diperkirakan oleh analis.

"Kita melihat, walaupun ada kenaikan suku bunga, tapi BI tetap menahan. Dan kita melihat BI punya keyakinan dengan suku bunga ini, Rupiah kita fundamentalnya tetap kuat, tidak terjadi kemunduran terhadap mata uang kita," ungkap Rosan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (3/7/2017).

Advertisement

Menurut Rosan, dampak terbesar kenaikan suku bunga The Fed tidak membuat mata uang Rupiah melemah. "Mata uang kita tetap kuat seharusnya tidak akan ada kenaikan yang signifikan, kecuali itu berdampak pada kenaikan suku bunga di luar yang akan berdampak pada usaha-usaha kita yang mempunyai landing. Jadi apabila tidak dalam posisi hedging, akan kena dampaknya," ujarnya.

"Pengusaha tetapoptimis kenaikan FFR tidakakan melemahkan mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," pungkasnya.

Advertisement

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu The Fed menaikan tingkat suku bunga sebesar 0,25 persen menjadi 1-1,25 persen. Diramalkan akan adanya kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini.

 

Advertisement