Akuisisi BTN Syariah oleh BSI untuk Memenuhi Aturan Spin Off Perlu Ditinjau Ulang

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 30 September 2022 - 09:16 WIB

Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila
Ditengah Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Rencana akuisisi BTN Syariah oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memenuhi aturan spin off perlu ditinjau ulang. Hal ini sejalan dengan pendapat kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya Komisi XI DPR yang mengusulkan agar kewajiban spin off unit usaha syariah (UUS) pada tahun 2023 ditinjau kembali.

Semua pihak sepakat bahwa UUS memang perlu disapih agar bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal, namun demikian banyak  pihak berbeda pendapat soal waktu dan strategi terkait rencana spin off tersebut.

Apabila dipaksakan terlaksana tahun depan, sementara industri tidak siap, maka hanya akan menghasilkan bank syariah yang tidak memiliki daya saing. Jika itu yang terjadi, maka pemaksaan spin off akan lebih besar mudharatnya ketimbang manfaatnya.

Opsi peninjauan kembali kewajiban spin off juga menjadi perhatian anggota Badan Legislatif DPR RI yang tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)

"Harus diakui jika ketentuan UUS perbankan untuk memisahkan diri dari induknya atau spin-off mengikuti aturan yang dibuat regulator masih menghantui pelaku industri perbankan. Maka kami di parlemen menangkap kegelisahan ini dan mencoba mencari jalan tengah agar tidak malah kontraproduktif dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air," tegas Anggota Komisi XI DPR RI Ela Siti Nuryamah.

Dia menyampaikan, pihaknya sepakat jika ketentuan spin off UUS perbankan diserahkan kepada pelaku usaha. Regulator nantinya hanya menetapkan ketentuan-ketentuan umum, seperti kecukupan modal minimal, kecukupan total aset, tren tingkat kesehatan UUS, memiliki infrastruktur yang mendukung akselerasi bisnis, memiliki kesiapan teknologi dan sumber daya manusia, hingga memiliki kerja sama yang baik dengan induk usahanya.

"Dengan demikian di satu sisi regulator mempunyai acuan lebih objektif untuk memaksa UUS dalam melakukan spin off, di sisi lain pelaku usaha juga tidak dibatasi ketentuan waktu yang bisa saja sangat subjektif dan tidak mencerminkan objektivitas fakta di lapangan," kata dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Invest Islands Tingkatkan Kemajuan dan Kesejahteraan di Lombok NTB

Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:42 WIB

Invest Islands Tingkatkan Kemajuan dan Kesejahteraan di Lombok NTB

Mendekati akhir tahun, Invest Islands, perusahaan real estate terkemuka di Lombok, membuahkan 12 bulan yang produktif setelah meluncurkan proyek paling spektakuler hingga saat ini, Gran Meliá…

Robert C. Hauck

Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:33 WIB

Mondrian Duxton Singapore Luncurkan Gerakan Bertumpu pada Sumber Daya Manusia

Sebuah keramah-tamahan, tetapi tidak seperti yang Anda ketahui pada umumnya di Mondrian Duxton Singapore, di mana seorang General Manager yang berani, cerdas dan kreatif, Robert C. Hauck membentuk…

Ketum IMI bambang Soesatyo

Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:00 WIB

Ketum IMI Buka Jambore Nasional IMI 2022, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Ketua IMI Bali sekaligus Founder Krisna Holdiny Company Ajik Krisna membuka Jambore Nasional IMI 2022…

CoinEx

Sabtu, 10 Desember 2022 - 11:23 WIB

Pengguna CoinEx Berpeluang Diundang ke Inggris dan Negara Lain, Begini Caranya

Pada tanggal 24 Desember mendatang, crypto exchange CoinEx akan merayakan hari jadinya yang kelima, merayakan perkembangan platform bersama dengan para pengguna setianya.

OPPO di INNO DAY 2022

Sabtu, 10 Desember 2022 - 10:48 WIB

OPPO Komitmen Ungkap Teknologi Mutakhir Baru dan Komitmen Memberdayakan Masa Depan yang Lebih Baik

OPPO mengkonfirmasi bahwa acara teknologi tahunan keempatnya, INNO DAY 2022, akan diadakan dalam format virtual pada 14 Desember 2022. Bertemakan "Memberdayakan Masa Depan yang Lebih Baik",…