Kenali Penyebab HIV dan Cara Mencegahnya

Oleh : Hariyanto | Selasa, 20 September 2022 - 18:35 WIB

Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV

INDUSTRY.co.id - Jakarta - HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang telah merenggut puluhan juta nyawa manusia. Tidak hanya orang dewasa, HIV juga dapat menyerang pada anak-anak, usia remaja, hingga lansia. Dengan mengetahui penyebab HIV pada artikel ini, pencegahan pun jadi dapat dilakukan sedini mungkin.

Penyakit HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sehingga apabila penderita HIV yang tidak mendapat perawatan intensif, daya tubuh menjadi sangat rentan karena tubuh tidak dapat melawan infeksi lagi.

Tahap akhir dari infeksi HIV yaitu kondisi AIDS atau Acquired immune deficiency syndrome. Anda dapat mengikuti sesi tanya jawab dokter gratis untuk mengetahui lebih lanjut mengenai AIDS dan bagaimana cara pencegahannya.
Nah, berikut adalah beberapa informasi seputar HIV yang perlu diketahui mulai dari penyebab hingga cara pencegahannya. Simak sampai habis, ya!
Penyebab HIV
Penyebab HIV diketahui adalah karena adanya infeksi virus HIV yang menghancurkan sel CD4 (sel darah putih) sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi terganggu dan akhirnya tidak berfungsi dengan normal. 
Hingga kini, HIV termasuk penyakit menular yang masih belum ditemukan obatnya dan cara penyembuhannya. Namun, melakukan terapi atau pengobatan secara rutin tetap dapat membantu memperlambat atau menekan perkembangan HIV.
Penyebaran atau penularan infeksi virus HIV terjadi karena adanya kontak langsung antara penderita HIV dengan seseorang. Dari kontak tersebut, penyebaran HIV  sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Berhubungan seks tanpa menggunakan pengaman
Penularan virus HIV sering dialami oleh orang-orang yang melakukan seks tanpa mengenakan kondom baik sesama jenis kelamin maupun heteroseksual. Tidak hanya seks melalui vagina, melainkan juga seks oral dan anal. Transfer virusnya sendiri dapat berlangsung melalui darah, air mani, dan cairan vagina yang masuk ke tubuh.
- Pemakaian jarum yang tidak steril
Jarum tato, jarum tindik, dan jarum suntik yang digunakan sebagai perlengkapan obat intravena secara bergantian dapat menjadi sarana penularan virus HIV. Jarum tidak lagi steril setelah digunakan karena telah terkontaminasi oleh zat dan cairan dalam tubuh.
- Transfusi darah
Seseorang yang menerima donor darah dapat terinfeksi virus HIV apabila darah tersebut berasal dari penderita HIV. Oleh karena itu, petugas bank darah selalu melakukan skrining untuk memastikan suplai darah dalam kualitas baik dan aman dari penyakit.
- Kehamilan, persalinan, dan menyusui
Seorang ibu hamil atau menyusui yang terinfeksi HIV dapat menularkan penyakit pada anaknya. Baik saat janin masih di dalam kandungan maupun saat lahir melalui persalinan.
Begitupun saat menyusui, air susu ibu (ASI) dapat terkontaminasi virus HIV. Namun, seorang ibu yang terinfeksi HIV dan telah mendapatkan pengobatan yang baik, risiko penularan pada bayinya akan menurun.
Gejala HIV
Perlu Anda ketahui, tanda-tanda infeksi HIV dapat muncul dalam tiga tahap yang harus diwaspadai, yaitu:
- Tahap pertama (infeksi akut atau masa serokonversi)
Pada tahap ini, seseorang yang beberapa minggu telah terinfeksi virus HIV akan mengalami sakit seperti flu selama satu hingga dua bulan lamanya. Kondisi tersebut menandakan antibodi HIV mulai berkembang untuk melawan virus. Fase ini disebut serokonversi.
- Tahap kedua (infeksi HIV kronis atau masa laten)
Setelah itu, penderita dapat tidak merasakan gejala infeksi HIV apapun selama beberapa tahun. Beberapa orang bahkan tidak menyadari dirinya telah terinfeksi karena tidak mengalami tanda-tanda satu pun.
Hal tersebut terjadi karena virus HIV yang tetap aktif merusak imun tubuh berkembang biak dalam jumlah yang lebih sedikit. Masa laten ini dapat berlangsung hingga dua dekade. Namun, sebagian penderita mengalami gejala berat badan menurun, sering berkeringat di malam hari, herpes zoster, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mudah lelah.
- Tahap ketiga (AIDS)
Infeksi di tahap ini sudah terlambat untuk ditangani dan paling sulit ditekan. Virus HIV telah berhasil merusak sistem kekebalan tubuh yang membuat penderitanya sangat rentan terhadap infeksi penyakit lain. Tahap ini biasanya ditandai dengan kondisi: berat badan turun drastis secara tiba-tiba, demam lebih dari 10 hari, gangguan saraf, diare kronis, infeksi jamur, bintik ungu di kulit yang tidak bisa hilang, sering berkeringat di malam hari, kelelahan hebat, dan bercak putih di kelamin, anus, dan mulut.
HIV bisa dibilang sebagai penyakit yang diam-diam mematikan. Sebab, gejalanya tidak selalu muncul dan tidak dapat dirasakan dengan jelas. Tidak sedikit kasus, seseorang baru mengetahui dirinya merupakan penderita HIV setelah puluhan tahun.
Cara Mengatasi HIV
Seseorang yang telah terinfeksi HIV akan memiliki daya tahan tubuh lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan penderita HIV mudah terserang penyakit lain. Untuk mengatasi HIV, penderita harus menjalani rangkaian pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat, di antaranya:
- Pengobatan ART
Obat antiretroviral (ART) berguna untuk menekan jumlah virus sehingga gejala dan risiko komplikasi dapat dimimalisir. Penggunaan obat ART juga sebagai pencegahan penularan HIV ke orang lain.
- Menjaga pola makan
Selama menjalani pengobatan, penderita HIV/AIDS harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi agar tubuh tetap fit dan obat pun dapat bekerja dengan baik. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui menu makan sehat yang dianjurkan.
- Rutin berolahraga
Olahraga sangat disarankan untuk penderita HIV/AIDS untuk menguatkan sistem imun. Berolahraga 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit pun sudah cukup.
Pencegahan HIV
Mengingat obat utama untuk menyembuhkan HIV belum ditemukan, melakukan pencegahan terhadap infeksi HIV harus dilakukan oleh semua orang, di antaranya:
- Lakukan hubungan seks yang sehat menggunakan pengaman dan hindari berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.
- Hindari hubungan seks terlebih dahulu saat sedang ada infeksi kelamin.
- Hindari penggunaan jarum suntik berulang. Jarum suntik hendaknya harus dibuang setelah dipakai sekali.
- Hindari melakukan tindik dan tato di tempat yang kurang terjaga kebersihannya
- Mengadakan edukasi terkait penyakit HIV pada masyarakat

Komentar Berita

Industri Hari Ini

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…

Kepala BKSJI Kemenperin Doddy Rahadi

Senin, 26 September 2022 - 18:40 WIB

Keren! Balai Besar Kemenperin Ciptakan Sistem Monitoring Kualitas Udara & Air Limbah Industri Terintegrasi Digital

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang telah menciptakan sistem monitoring kualitas udara maupun air limbah industri yang terintegrasi…