INDUSTRY.co.id - Jakarta, GO-Car, layanan transportasi roda empat dari GO-JEK dan UBER memfasilitasi pemasangan pendingin mobil atau air conditioner (AC) kepada sejumlah angkutan kota (angkot) di kawasan Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. program ini sejalan dengan visi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar semua angkutan umum bisa memiliki pendingin di tahun 2018.

Program yang dicanangkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Puji Hartanto, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Walikota Tangerang, Arief R. Wirmansyah dan Perwakilan dari Pemkot DKI Jakarta.

"Kami mengapresiasi Go-Car dan UBER yang telah ikut membantu mensukseskan program Kemenhub. Program pemasangan AC di sejumlah angkot ini merupakan bagian dari langkah strategis Kemenhub untuk mengajak para pengelola alat transportasi umum agar semakin memperdulikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan masyarakat," ungkap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Monas, Jakarta (1/7/2017).

Ia menambahkan, program ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 29 Tahun 2015 tentang standar pelayanan minimal angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek. "Sesuai PM Nomor 29, kami berharap pada tahun 2018 seluruh angkutan umum telah menggunakan AC dengan temperatur 20-25 derajat celcius. Dan kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi angkutan umum untuk segera melaksanakan arahan tersebut sehingga masyarakat semakin aman dan nyaman dan sering menggunakan angkot," terangnya.

Disisi lain, Senior Vice President Operasional GO-JEK, Arno Tse menyakini bahwa program ini sejalan dengan misi perusahaan untuk bisa membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

"kami berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi angkot-angkot dan para pengguna jasanya. Dan kami selalu membantu baik berbagai inisiatif yang bertujuan untuk peningkatan layanan kepada masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut Arno menjelaskan, program ini merupakan langkah positif dalam membangun keharmonisan antara transportasi konvensional dan daring. "Kami percaya semua penyedia layanan transportasi memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan kami juga berharap inisiatif ini dapat memicu berbagai ide kolaborasi lainnya yang dapat mendorong peningkatan kualitas layanan dan keberlangsungan pelaku industri transportasi," pungkasnya.