INDUSTRY.co.id - Bekasi - Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kedokteran, President University melalui Fakultas Kedokteran menandatangani perjanjian kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi pada hari, Rabu (24/8/2022) kemarin.
Dalam perjanjian kerjasama tersebut RSUD Kab. Bekasi akan berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan pelaksanaan program studi kedokteran untuk mahasiswa President University khususnya fakultas kedokteran.
Penandatanganan kerjasama antara PresUniv dan RSUD Kab. Bekasi ini dihadiri Direktur PT. Jababeka, Tbk.Hyanto Wihadhi, Plt. Direktur RSUD dr. Arief Kurnia, MARS., dan Dekan Fakultas Kedokteran, President University, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M. Kes.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran, President University, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M. Kes. menjelaskan bahwa kerjasama yang dilakukan ini nantinya RSUD Kab. Bekasi akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Fakultas Kedokteran Universitas Presiden.
"Selain itu juga ada kerja sama terkait pengembangan Academic Health System (AHS) di kawasan industri Jababeka dan Kabupaten Bekasi yang juga melibatkan FK UNPAD selaku institusi pembina dari FK PresUniv dan koordinator Academic Health System (AHS) bagi kawasan Jawa Barat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri," kata Prof. Dr. Budi saat dihubungi INDUSTRY.co.id, Sabtu (27/8/2022).
Sementara itu Plt. Direktur RSUD dr. Arief Kurnia, MARS. mengungkapkan dalam kerjasama ini, RSUD Kab Bekasi akan menjadi rumah sakit pendidikan utama untuk Fakultas Kedokteran President University. Nantinya, seluruh fasilitas yangbdimilkki oleh RSUD Kab. Bekasi akan dapat digunakan untuk menunjang berbagai keperluan pendidikan mahasisawa Fakultas Kedokteran Universitas Presiden.
"Fasilitas di RSUD Kabupaten Bekasi dapat dipakai oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Presiden, sementara Fakultas Kedokteran Universitas Presiden akan membantu tercukupinya fasilitas yang dibutuhkan," ungkap dr. Arief.
Prof. Dr. Budi menambahkan, selain pemenuhan prasyarat pendirian Program Studi Kedokteran bagi Universitas Presiden, kerja sama ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan Academic Health System melalui kerja sama tripartit dengan Fakultas Kedokteran UNPAD.
"Manfaatnya tidak hanya berguna untuk Universitas Presiden namun juga bagi pengembangan RSUD Kab Bekasi dan Kabupaten Bekasi sendiri sesuai dengan semangat konsep Academic Health System yang disusung yaitu “From Bekasi For Indonesia To The World” demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan jumlah serta kualitas dari layanan kesehatan secara umum," ungkap Prof. Budi.
Prof. Budi mengungkapkan, Alasan dipilihnya RSUD Bekasi lantaran selain syarat minimal Rumah Sakit Pendidikan yang harus memiliki akreditasi paripurna dan merupakan Rumah Sakit Kelas B yang berada dalam satu lokasi dengan kampus utama dimana Fakultas Kedokteran akan beroperasi yang telah terpenuhi oleh RSUD Kab. Bekasi.
"Selain itu, RSUD Kab. Bekasi juga telah memiliki pengalaman dan track record yang mumpuni sebagai Rumah Sakit Pendidikan untuk pemenuhan kompetensi mahasiswa sebagai dokter umum dengan dukungan sumber daya dan fasilitas yang mumpuni," ungkap Prof. Budi.
"PT Jababeka sebagai pengelola kawasan juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan CSR di bidang pendidikan dan kesehatan terutama untuk penanganan covid-19 yang juga melibatkan RSUD Kab. Bekasi dan kawasan Kabupaten Bekasi. Sehingga kerja sama dengan RSUD Kab. Bekasi untuk pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Presiden menjadi sebuah keniscayaan," imbuhnya.
Prof. Budi mengatakan, pendirian Program Studi Kedokteran di Universitas Presiden adalah bagian dari visi besar perwujudan Academic Health System di Kawasan Industri Jababeka dan Kabupaten Bekasi dengan harapan agar terbentuk suatu sistem terintegrasi dimana kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan saling mendukung antara satu sama lain bagi institusi pendidikan, layanan kesehatan, pemerintah, serta stakeholders lainnya.
"Besar harapan kami konsep pendidikan kedokteran yang mendorong transformative learning melalui Academic Health System ini dapat menjadi model atau prototipe pendidikan kedokteran di kawasan industri dan kabupaten lainnya di Indonesia," pungkas Prof. Budi.
Acara penandatanganan kerjasama ini juga dihadiri perwakilan dari Kab. Bekasi diantaranya Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan, Sekda Kab Bekasi Dedy Supriyadi; Kepala Dinkes Kab Bekasi Sri Enny Mainiarti; dan Kepala Bagian Kerja Sama Dwy Sigit Andrian.
Kemudian dari RSUD Kab. Bekasi dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD dr. Arief Kurnia, MARS.; Wakil Direktur RSUD dr. Lilah Muflihah, M. H.Kes.; Ketua Komkordik dr. Abdul Waris, Sp.Rad ; Sub Koordinator Humas, Kerja Sama dan Hukum Naman Sulaeman; Subkoord Diklat drg. Innes Dewiyana Aryanti dan Kepala Bagian Tata Usaha Leslie Kathleen Waruwu serta dr. H. Mulyana Syarip Panija, MARS. Ketua Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Bekasi.
Dari Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) dihadiri oleh Wakil Bendahara Pengurus YPUP Erwin Hartoyo Bramputro, Director of Government Relation & Security Mayjen TNI (Purn). Sumardi, dan Chairman Akademi Komunitas Presiden Erman Suparno. Sementara dari Rektorat PU dihadiri oleh Rektor PU Prof. Dr. Ir. Chairy, Wakil Rektor Bidang Akademik Handa S. Abidin, dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Bisnis Dr. Josep Ginting.
Sementara dari Fakiltas Kedokteran President University dihadiri oleh Unit Penjamin Mutu dan Pengembangan Pendidikan Riyanto Adji, S.T., M.MSc., Dept Biomedik Ridwansyah, dr., M.Kes., Koord. Akademik Dept. Klinik Andreas Surya Anugrah Sinaga, dr., Sp.M., AIFO-K. CP.NNLP, Unit Sumber Daya Deasty Imara, S.Si., Dr. Ir. BMA S Anaconda Bangkara, MT, MSM, Matnur Suryadi dan Muhammad Subhan Alfaqih, dr.