INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peningkatan produktivitas merupakan sebuah kegiatan yang selalu dilakukan para industriawan perusahaan manufaktur untuk mempertahankan tingkat profitabilitas perusahaannya.
Tentunya kegiatan tersebut berhubungan dengan kinerja pabrik-pabrik mereka dalam menghasilkan sebuah produk andalan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, bagi mereka, peningkatan kinerja mesin-mesin pabrik untuk mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Ketika mesin-mesin pabrik tersebut bekerja secara normal, maka hal tersebut memang diharapkan bisa terus berlangsung hingga target produksi pabrik tercapai. Akan tetapi kenyataannya, kelangsungan produksi di pabrik-pabrik kerap kali terhambat, terutama disebabkan mesin-mesin pabrik yang seringkali mengalami downtime.
Ini adalah sebuah peristiwa dimana mesin-mesin tersebut berhenti berproduksi sehingga mengganggu kegiatan produksi dan dapat menyebabkan jalur produksi terhenti secara menyeluruh.
Jika peristiwa downtime ini seringkali terjadi di dalam proses produksi, maka perusahaan industri manufaktur tersebut bahkan berpotensi untuk mengalami kehilangan profitabilitas. Misalnya, peristiwa downtime tersebut bisa saja dimulai dari kerusakan sebuah gear yang terdapat pada mesin pabrik.
Kendati sepele, akan tetapi gear yang terus-menerus bekerja akan terlihat mengalami perubahan kondisi yang pada akhirnya dapat berdampak pada penurunan kinerja mesin. Kesalahan yang kerap terjadi adalah kita seringkali tidak menyadari adanya masalah pada mesin-mesin pabrik tersebut pada beberapa bulan atau beberapa tahun yang lampau hingga terjadinya downtime pada mesin.
Memang, kita dapat menghindari kondisi buruk seperti itu jika kita melakukan perawatan prediktif (predictive maintenance) pada mesin-mesin tersebut sebelum kondisi yang paling buruk itu terjadi (downtime). Pasalnya, semakin awal kita dapat mendeteksi suatu kerusakan maka itu akan semakin baik, sehingga kita masih memiliki waktu untuk perencanaan perawatan mesin dan memesan suku cadang (sparepart) yang diduga akan rusak.
Itulah alasan, pentingnya perawatan prediktif (predictive maintenance) bagi mesin-mesin pabrik. Untuk melakukan perawatan prediktif (predictive maintenance) seperti itu, kita harus mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan, yaitu data manufaktur, data proses mesin, data lingkungan, data monitoring kondisi dan sebagainya sehingga kita dapat melakukan analisa pada mesin.
Jika pada kondisi sebelumnya, kita belum memiliki data pada sebuah gear, maka melalui pengumpulan data, kita dapat memilih data mana yang dibutuhkan. Itu gunanya agar kita dapat mengetahui, menganalisa, serta memprediksi sebelum terjadinya kerusakan pada gear tersebut. Biasanya, hal itu disebut dengan istilah “mencoba untuk melihat yang tak terlihat” “(trying to see the unseen)”.
Solusi Perawatan Prediktif (Predictive Maintenance) dari Mitsubishi Electric
Salah satu perusahaan manufaktur yang terus berupaya mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan downtime mesin adalah Mitsubishi Electric. Perusahaan Jepang yang didirikan pada tahun 1921 ini adalah perusahaan yang terus berinovasi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Salah satu inovasi produk yang ditawarkan Mitsubishi Electric saat ini adalah aplikasi software iQ Monozukuri Rotary Machine Vibration Diagnosis yang sangat baik digunakan di pabrik-pabrik sebagai solusi perawatan prediktif (predictive maintenance) guna mewujudkan zero downtime. Software ini dapat dengan mudah digunakan untuk memvisualisasikan kondisi mesin dengan mengumpulkan, menganalisa, dan mendiagnosa data getaran mesin yang abnormal untuk menghindari terjadinya downtime pada mesin-mesin pabrik.
Di samping itu, Mitsubishi Electric juga memiliki produk Factory Automation yang sudah memiliki fungsi “self-diagnose” pada produk itu sendiri seperti MELSERVO-J5, Inverter E800, dan Robot Industri MELFA Smart Plus.
Fungsi tersebut dapat mendeteksi perubahan getaran, gesekan pada komponen, dan prediksi dini untuk kerusakan atau error yang akan terjadi sehingga apabila diperlukan penggantian suku cadang, maka penggantian dapat dilakukan sebelum rusak. Selain itu, fungsi tersebut juga dapat mendukung sistem operasi yang stabil pada perangkat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Factory Automation, kunjungi situs resmi Mitsubishi Electric Indonesia.