SCG Bangun 315 Kolaborasi dalam ESG Symposium 2022, Gagas Inovasi Net Zero dan Masyarakat Rendah Karbon

Oleh : Hariyanto | Kamis, 21 Juli 2022 - 10:12 WIB

ESG Symposium SCG
ESG Symposium SCG

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Untuk pertama kalinya di Thailand, ESG Symposium 2022 mempertemukan sektor publik, swasta, masyarakat, dan para aliansi untuk melaksanakan ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai mitigasi terhadap berbagai krisis global.

Pertemuan ini bertujuan untuk membangun konsorsium yang akan menjadi wadah untuk ide, teknologi, dan informasi dari mitra global yang diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

Tak hanya itu, sektor swasta yang terlibat juga menyatakan akan semakin aktif untuk mengembangkan networking guna menerapkan ekonomi hijau pada proses bisnis mereka. Keseluruhan program-program di dalam acara ini akan mendiskusikan lebih lanjut tentang masyarakat low-carbon dan mendukung program pemerintah.

Beberapa contoh dari program ini adalah program infrastruktur yang memfasilitasi energi bersih dan terbarukan, pendanaan hijau, sistem pengelolaan dan pemilahan sampah yang efisien, dan desain berkelanjutan.

"SCG telah melaksanakan SD Symposium secara berturut-turut selama 11 tahun, dan tahun ini bertransformasi menjadi ESG Symposium," kata Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (21/7/2022).

"Terlepas dari kesadaran dan aksi yang telah dilaksanakan serentak secara global, kita masih belum mampu mengatasi krisis sepenuhnya, seperti krisis iklim, banjir, kekeringan, kelangkaan sumber daya dan pangan, dan kelangkaan energi di seluruh dunia. Kondisi ini semakin parah akibat pandemi COVID-19, yang menghadirkan penyakit menular serta inflasi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial yang semakin melebar," imbuhnya.

“Saat ini, suhu bumi telah bertambah sebesar 1.1° Celsius. Jika bumi memanas hingga di atas ambang batas 1,5° Celsius, maka manusia tidak akan bisa hidup seperti dulu. Ini adalah keadaan darurat yang membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak. Maka dari itu, ESG Symposium 2022 berusaha untuk melaksanakan kolaborasi dan mengatasi krisis-krisis tersebut. Mulai dari permasalahan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang lebih baik,” tambah Roongrote.

ESG Symposium 2022 juga menjadi momen pengumuman untuk kompetisi regional “Hacks to Heal Our Planet”, yang mengumpulkan inovasi generasi muda dalam bidang ESG. Bersaing dengan sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam dan Thailand, kontestan asal Indonesia, PARASOL, berhasil menjadi pemenang.

Tim PARASOL terdiri dari 3 orang mahasiswa asal Universitas Indonesia yang menciptakan inovasi printable alternative solar roll. Selain itu, ada ENECO, yang memberikan inovasi sistem pengumpulan dan pengolahan sekam padi dari sawah menjadi produk pelet dan briket untuk sumber energi alternatif yang digagas oleh mahasiswa pascasarjana ITB, yang juga menjadi pemenang untuk inovasi terpopuler dalam ajang ini.

Executive Vice President dan Co-chair Sustainable Development Committee SCG menjelaskan bahwa ESG Symposium 2022 menghasilkan dua kerangka utama, yaitu program net-zero dan masyarakat low carbon.

Pertama, forum setuju untuk membangun konsorsium untuk berbagai inovasi net-zero pertama di Thailand. Konsorsium ini bertujuan untuk membuat roadmap yang cepat guna menghasilkan inovasi terbaik untuk mengurangi emisi karbon. Contoh teknologinya adalah Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), peralihan bahan bakar, elektrifikasi, dan ekonomi hidrogen, yang semuanya diharapkan mulai berlaku pada akhir tahun.

Kedua, menetapkan inisiasi untuk menyatukan jaringan yang akan meningkatkan kolaborasi dan mewujudkan masyarakat low carbon dengan 60 organisasi swasta melalui kerja sama dalam bidang energi alternatif dan circular economy.

Beberapa contohnya termasuk 23 organisasi di Circular Economy in Construction Industry (CECI) dan Public Private Partnership for Sustainable Plastic and Waste Management (PPP Plastics) yang merintis pengelolaan sampah plastik dengan proses daur ulang.

Ini melibatkan contoh-contoh seperti infrastruktur yang memfasilitasi penggunaan energi bersih dan terbarukan, dukungan pembiayaan hijau, sistem pengelolaan sampah yang efisien, membina kebiasaan memilah sampah rumah tangga, dan memberikan pengetahuan dan dukungan teknologi untuk pengembangan produk ramah lingkungan.

Selain itu, ESG Symposium 2022 menyoroti perlunya mengurangi ketimpangan sosial. Hal ini ditunjukkan dengan mendorong peran bersama perempuan dan generasi muda dalam menggerakkan perekonomian dan menyelesaikan krisis sosial.  Karena perempuan memiliki peran penting dalam merawat keluarga, maka, hal ini merupakan penggerak ekonomi yang penting bagi masyarakat dan bangsa.

Beberapa kisah sukses adalah perwakilan muda dari Indonesia yang mengembangkan inovasi solar roll untuk keluarga berpenghasilan rendah dan perwakilan Thailand yang mengembangkan program terjemahan bahasa isyarat untuk kenyamanan bagi penyandang disabilitas.

“Mengatasi krisis-krisis tersebut menjadi prioritas untuk semua. Kita harus turun tangan dan berkolaborasi untuk menghasilkan outcome yang nyata. Saya percaya bahwa hasil dari ESG Symposium 2022 sangat praktikal dan terukur. Oleh karena itu, SCG berdedikasi untuk membantu proses koordinasi dengan berbagai pihak untuk melacak perkembangan dari inisiasi ini. Hal ini penting sekali karena kami percaya bahwa agar kolaborasi ini berhasil, kolaborasi ini harus bermanfaat bagi semua pihak. Maka dari itu, kolaborasi ini juga akan memberikan sumbangsih kepada green economy,” tambah Roongrote. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Beras Srinuk, Produk Pertanian Lokal yang Dipopulerkan Ganjar/ foto: jatengprov.go.id

Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:01 WIB

Keren! Ini Beras Srinuk, Produk Pertanian Lokal yang Dipopulerkan Ganjar

Klaten – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo benar-benar peduli dengan produk lokal. Beras Srinuk yang merupakan produk pertanian unggulan Kabupaten Klaten pun, pernah dipedulikan Ganjar dengan…

Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan membuka secara simbolis pada acara Pelatihan 3 in 1 SDM Industri Perkapalan

Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:00 WIB

Gelar Pelatihan 3 in 1, Kemenperin Siap Ciptakan SDM Kompeten Industri Perkapalan

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus meningkatkan penyediaan SDM terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional.

Tahilalats, Karakter Web Komik Indonesia Umumkan Kolaborasi dengan Crayon Shinchan

Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:49 WIB

Tahilalats, Karakter Web Komik Indonesia Umumkan Kolaborasi dengan Crayon Shinchan

Jakarta – Karakter web komik lokal Tahilalats secara resmi mengumumkan kolaborasinya dengan tokoh kartun ikonik asal Jepang, Crayon Shinchan. Kolaborasi ini sekaligus menandakan tiga dekade…

Presiden Jokowi pada peresmian revitalisasi fasilitas Pangkalan TNI AU/Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (05/10/2022). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:25 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Revitalisasi Fasilitas Bandara Halim Perdanakusuma

Sebelum lepas landas menuju Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk melakukan kunjungan kerja, Presiden Joko Widodo meresmikan revitalisasi fasilitas Pangkalan TNI AU/Bandara Halim Perdanakusuma,…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:23 WIB

Ini Jurus Menperin Agus Pacu Daya Saing Industri Galangan Kapal

sebagai upaya pengembangan industri perkapalan dalam negeri yang berdaya saing global, Kemenperin menilai perlunya langkah untuk mengurangi bahan baku dan komponen impor, dukungan pembiayaan…