Menparekraf Sebut Festival Pesona Aekhula 2022 Bisa Bangkitkan Ekonomi Nias Barat

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 23 Juni 2022 - 12:30 WIB

Festival Pesona Aekhula 2022 di Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Kemenparekraf)
Festival Pesona Aekhula 2022 di Pantai Sirombu, Nias Barat, Sumatera Utara (Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara puncak "Festival Pesona Aekhula 2022" yang berlangsung di Pantai Sirombu, Nias Barat.

Menparekraf Sandiaga meyakini event yang masuk dalam jajaran 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong kebangkitan ekonomi pasca-pandemi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas, khususnya di Nias Barat.

"Hari ini saya sangat bahagia karena Festival Pesona Aekhula ini menjadi pemicu kebangkitan ekonomi kita," kata Menparekraf melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Kehadiran Festival Pesona Aekhula menjadi ruang untuk melestarikan tradisi dan budaya serta sebagai ajang promosi pariwisata daerah Kabupaten Nias Barat.

Supaya eksistensi pariwisata Nias Barat tetap terjaga, Menparekraf Sandiaga mengajak pemerintah daerah Nias Barat untuk memperkuat kolaborasi guna meningkatkan promosi pariwisata melalui digitalisasi.

"Karena kita bisa mempublikasikan melalui kanal-kanal di media sosial yang sudah Kemenparekraf bangun," ujarnya.

Selain itu, ada beberapa catatan yang disampaikan Menparekraf Sandiaga. Menurutnya walaupun Nias Barat memiliki festival yang spektakuler, namun aksesibilitas dan amenitasnya perlu dibenahi lagi, agar menjadi destinasi wisata yang unggul dan berdaya saing. 

Oleh karenanya, Menparekraf bersama jajarannya di Kemenparekraf serta pemerintah daerah Nias Barat akan menindaklanjuti hal tersebut.

"Aksesibilitas, akomodasi, dan amenitas ini yang nanti kita siapkan bersama-sama," kata Sandiaga.

Setibanya di lokasi Festival Pesona Aekhula, Menparekraf Sandiaga disambut dengan penampilan atraksi spektakuler budaya khas Nias Barat ketika ada pesta rakyat yaitu pemukulan 105 gendang dan 8 canang (gong), yang memiliki arti di Nias Barat terdiri dari 105 desa dan 8 kecamatan. 

Tidak hanya itu saja, Festival Pesona Aekhula ini turut menampilkan Tari Maena Massal dipandu oleh Tri dan Kris featuring WoW, Tari Maola Afo, Tari Folaya Saembu, atraksi silat tradisional, fashion show pakaian adat Nias Barat, dan beberapa kegiatan lainnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Hutama Karya (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 04 Juli 2022 - 09:00 WIB

PT Hutama Karya (Persero) Laksanakan Pelebaran Geometrik Jalan Soreang-Rancabali- Cidaun

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Brantas Abipraya (Persero) (Brantas Abipraya) yaitu KSO HK-Abipraya dipercaya untuk mengerjakan proyek Penanganan…

Pembangunan infrastruktur

Senin, 04 Juli 2022 - 08:47 WIB

Kurangi Kemiskinan Ekstrem, Kementerian PUPR Bangun Sejumlah Infrastruktur di Pulau Nias

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PKE). Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Pekerjaan…

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

Senin, 04 Juli 2022 - 07:53 WIB

Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri : Pelestarian Budaya Hingga Dekat dengan Masyarakat

Jakarta-Mabes Polri menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit bertajuk 'Semar M'bangun Kahyangan' di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan…

James Evan Tumbuan

Senin, 04 Juli 2022 - 07:38 WIB

Bahana Sekuritas Daily Market Update Senin (04/07/2022)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (1/7). IHSG melorot 117,25 poin atau 1,70% ke harga Rp 6.794,328. Total investor asing keluar dari…

Ustad Yusuf Mansur

Senin, 04 Juli 2022 - 07:16 WIB

Ustad Yusuf Mansur: Kita Jangan Jadi Penonton, Kalau Bisa, Kita Beli Real Madrid

Dalam acara Wisuda Tahfizh Nasional Pesantren Darul Quran, Ustad Yusuf Mansur mengaku bangga, santri -santri lulusan sudah banyak yang menjadi guru ngaji di seantero Nusantara dan mencanegara.