INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pasca Pandemi Covid 19, kesadaran masyarakat tentang pentingnya produk kesehatan semakin meningkat. Disisi lain masyarakat juga dihantui adanya produk suplemen palsu, serta peredaran produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan.

Advertisement

Melansir public warning BPOM Oktober 2021 lalu, berdasarkan hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli 2020 hingga September 2021, Badan POM menemukan sebanyak 53 item produk obat tradisional, 1 item suplemen kesehatan mengandung BKO serta 18 item produk kosmetika mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya.

“Banyak orang tidak mengetahui dari mana produk kesehatan yang mereka konsumsi berasal, namun tetap ingin membuat pilihan yang aman dan cerdas untuk kesehatan mereka dan keluarga mereka. Itu sebabnya konsumen harus lebih kritis dalam memeriksa label suatu produk suplemen kesehatan, mengerti komposisi bahan baku, dosis yang dianjurkan dan klaim kesehatannya.” kata Dharmaparayana, Head of Marketing and Communication Amway Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (22/6/2022)

Advertisement

Dalam memproduksi suplemen kesehatan, bahan baku seharusnya menjadi perhatian utama dalam proses produksi. Banyak produsen, yang dalam pengelolaan rantai pasokannya, membeli bahan baku mentah dari pemasok. Pelanggan tidak memiliki akses untuk mengetahui bagaimana kualitas, kealamian bahan baku tersebut diproses menjadi produk akhir. Berbeda halnya dengan produk-produk Nutrilite, sebuah brand suplemen kesehatan yang berusia lebih dari 85 tahun.

“Kami percaya bahwa ketika bicara mengenai produk suplemen kesehatan, bahan baku yang berasal dari alam dan diproses secara organic memegang peranan yang penting. Itu menjadi prinsip utama yang mendasari janji Nutrilite, yaitu ‘dari benih menjadi produk suplemen kesehatan’, yang artinya kami bertanggung jawab terhadap seluruh proses, dari mulai pemilihan benih hingga menjadi produk jadi, serta memperhatikan kualitas setiap benih maupun proses produksinya. Di Nutrilite, setiap butir produk suplemen Kesehatan yang dikonsumsi masyarakat dapat dipastikan #AsalnyaJelas,” jelas Febriani Rusli, Group Product Manager Amway Indonesia.

Advertisement

Nutrilite juga percaya bahwa konsumen berhak memiliki akses untuk mengetahui asal usul bahan baku utama produk suplemennya serta bagaimana bahan tersebut diproses. Sebagai produsen produk kesehatan yang sangat mementingkan kualitas, Nutrilite tidak ragu untuk menunjukan proses produksi bahan baku utamanya melalui fitur yang disebut dengan traceability.

Melalui traceability, Nutrilite menawarkan akses langsung kepada setiap konsumen untuk melihat seluruh proses produksi bahan baku utama produk suplemennya secara virtual melalui fitur berbasis website yang telah dikembangkan sejak tahun 2019.

Advertisement

“Di Nutrilite, konsumen dapat memantau proses produksi suplemen kesehatan Nutrilite mulai dari meninjau lokasi perkebunan bahan baku secara real-time, menelusuri kualitas produk mulai dari benih hingga produk tersebut sampai ke tangan konsumen melalui 9 langkah penelusuran Nutrilite. Hal ini bertujuan agar konsumen mengetahui kualitas dari setiap butir produk yang mereka konsumsi dan memastikan #AsalnyaJelas,” lanjut Dharmaparayana.

Sebagai brand yang menyediakan produk suplemen kesehatan berkualitas dunia selama lebih dari 85 tahun, Nutrilite memastikan seluruh rangkaian produknya alami, aman dan efektif dan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang diperlukan untuk mendukung masyarakat Indonesia mencapai kesehatan yang optimal.