Kabar Sedih! Kondisi Keuangan Berdarah-darah, Raksasa Kosmetik Dunia Revlon Mau Bangkrut?

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 19 Juni 2022 - 05:33 WIB

Foto: DigitNews
Foto: DigitNews

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Viral di medsos, cerita soal raksasa kosmetik dunia  yang diberitakan mencatat kinerja buntung alias merugi.

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (17/6/2022), Revlon diketahui sudah mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan (Revlon bangkrut). Produsen produk cat kuku dan lipstik kenamaan itu kini tengah terjerat utang menggunung.

Seperti yang dikutip industry.co.id, perusahaan berusia 90 tahun itu mengumumkan tengah kesulitan membayarkan kewajiban kepada para kreditur dan pemasok.

Selain itu, perusahaan juga berharap bisa mendapatkan pinjaman baru sebesar 575 juta dollar AS untuk bisa mendukung operasional harian.

Saham Revlon yang diperdagangkan di Bursa New York juga anjlok sebesar 13 persen setelah pengumuman tersebut dirilis ke publik.

 Dari dokumen permohonan pengajuan perlindungan kebangkrutan ke pengadilan setempat diketahui, kondisi keuangan dan operasional Revlon sedang berdarah-darah karena beberapa hal.

Di hilir, produk Revlon harus bersaing ketat dengan perusahaan-perusahaan kosmetik lain, beberapa di antaranya merupakan perusahaan pendatang baru yang banyak dimiliki para artis Hollywood dan selebgram. Sementara di hulu, Revlon juga harus berjuang dengan kenaikan harga bahan baku dan rantai pasok yang terganggu.

Semakin banyak kompetitor, semakin sengit pula persaingan mendapatkan pasokan bahan baku. "Kita telah mengalami kekurangan bahan baku yang diperlukan perusahaan," jelas pemimpin restrukturisasi Revlon, Robert Caruso.

Caruso mencontohkan, untuk membuat satu merek lipstik tabung saja, perusahaan membutuhkan 35 sampai 40 jenis bahan baku yang berbeda. Kurang satu bahan saja, bisa membuat produksi lipstik berhenti total.

 Kalah saing dengan kosmetik milik sebebriti Diketahui, sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan memang sempoyongan menghadapi serbuan merek pendatang baru yang digawangi para artis seperti Kylie Cosmetics milik Kylie Jenner dan Fenty Beauty Rihanna yang diinisasi Rihanna. Perusahaan juga harus bersaing ketat dengan para kompetitor lama seperti L'Oreal hingga Unilever. Melalui permohonan ke pengadilan, yakni perlindungan kebangkrutan Bab 11, Revlon berharap bisa tetap beroperasi sembari menyusun rencana untuk pembayaran utang ke para krediturnya.

Revlon sendiri didirikan pada tahun 1932 oleh tiga orang, yakni Charles Revson, Joseph Revson, dan Charles Lachman. Pada awalnya, mereka fokus hanya menjual cat kuku, dan kemudian mulai merambah bisnis kosmetik. Pada tahun 1950-an, Revson mulai menjadi merek kosmetik dunia. Perusahaan itu kemudian dibeli oleh pengusaha Ronald Perelman's MacAndrews & Forbes pada tahun 1985. Revlon saat ini sudah menjual produknya di lebih dari 150 negara.

Revlon menyebut, struktur permodalan perseroan yang cekak juga membuat strategi bisnis tidak bebas. Membuat para konsumen banyak beralih ke produk pesaing.

Penjualan perusahaan semakin tak menentu setelah banyak negara dihantam efek pandemi Covid-10. Setumpuk masalah yang meliputi ketersediaan bahan baku, makin banyaknya pesaing, penjualan menurun, dan utang menggunung jadi penyebab Revlon kini di ambang kebangkrutan. (Sumber diolah, Kompas.com).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Persada Medika Utama, Bakti Energi Abadi dan GC Labs Bekerja Sama Kembangkan Granostic Center

Rabu, 06 Juli 2022 - 22:13 WIB

Persada Medika Utama, Bakti Energi Abadi dan GC Labs Bekerja Sama Kembangkan Granostic Center

PT Persada Medika Utama, atau lebih dikenal sebagai Granostic Diagnostic Centre, adalah laboratorium klinik yang berlokasi di Surabaya dan telah berdiri sejak tahun 2007. Sejak awal pendiriannya,…

Penanaman pohon di Kaki Gunung Salak salah satunya oleh Antam

Rabu, 06 Juli 2022 - 17:21 WIB

TGHNS Lepas Elang Brontok Bareng Brimob dan PT Antam

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TGHNS), Bogor 4 Juli 2022, tepatnya di area Kolat Korps Brimob POLRI, Kawasan TN Gunung Halimun Salak, telah dilakukan kegiatan pelepasliaran tiga ekor Elang…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian Tahun 2021

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:55 WIB

Luar Biasa! Kemenperin Sukses Raih Opini WTP 14 Kali Berturut, Ini Respon Menperin Agus

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-14 kalinya pada Laporan Keuangan tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini…

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah dan Direktur Lelang (DJKN) Joko Prihanto

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:34 WIB

Pegadaian dan DJKN Tingkatkan Kerjasama Akurasi Data Bea Lelang

PT Pegadaian bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melakukan Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Penatausahaan dan Pelaporan Bea Lelang Pegadaian.

Peresmian Pasar Banyumas

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:28 WIB

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Jawa Tengah, Pasar Banyumas Diresmikan

Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meresmikan Pasar Banyumas di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah yang telah selesai…