INDUSTRY.co.id - Sebuah restoran apung raksasa di Hong Kong, Jumbo Floating Restaurant, pernah dikunjungi banyak pesohor dunia. Sebut saja Ratu Elizabeth II, Tom Cruise, Gong Li, dan Chow Yun-fat.
Kini, akibat pandemi Covid-19 menyebabkan restoran apung tersebut terpaksa gulung tikar.
Melansir dari laman Indianexpress, restoran tersebut kini telah ditutup karena perusahaan induk tersebut tidak dapat menemukan pemilik baru dan kekurangan dana untuk mempertahankannya setelah berbulan-bulan adanya pembatasan Covid-19.
Restoran terapung besar yang dirancang seperti istana kekaisaran Cina di Pelabuhan Aberdeen ini terkenal dengan masakan Kanton, yaitu hidangan berasal dari wilayah Guangdong (Kanton) di selatan Tiongkok dan merupakan salah satu dari Delapan Tradisi masakan Tiongkok dan hidangan lautnya. Perusahaan ini menerima lebih dari 30 juta tamu sejak didirikan pada 1976.
Jumbo Floating Restaurant terpaksa tutup pada tahun 2020 karena pandemi, dan semua staf di rumahkan.
Perusahaan induk Aberdeen Restaurant Enterprises mengatakan hal ini telah menjadi beban keuangan bagi pemegang saham, karena jutaan dolar Hong Kong dihabiskan untuk inspeksi dan pemeliharaan restoran terapung setiap tahun meskipun restoran tersebut tidak beroperasi.
"Kami tidak memperkirakan bahwa (Jumbo Floating Restaurant) dapat melanjutkan bisnis dalam waktu dekat," kata perusahaan itu.
Ia mengatakan kesepakatan potensial untuk menjaga restoran tetap buka digagalkan oleh tingginya biaya operasional.
Kapal restoran itu tidak jelas di mana ia akan berlabuh selanjutnya. Perusahaan berencana untuk memindahkannya ke lokasi berbiaya lebih rendah di mana pemeliharaan masih dapat dilakukan.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam sebelumnya menolak saran untuk menyelamatkan restoran itu, meskipun ada seruan dari anggota parlemen untuk melestarikan landmark ikonik itu.
Lam mengatakan bulan lalu bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menginvestasikan uang pembayar pajak ke restoran karena pemerintah "tidak pandai" menjalankan tempat seperti itu, meskipun ada seruan dari anggota parlemen untuk melestarikan restoran tersebut.
Beberapa penduduk Hong Kong mengenang masa kejayaan Kerajaan Jumbo, dan menyatakan kekecewaannya melihat restoran itu pergi. Diketahui, restoran ini memang terkenal dengan makanan perjamuannya yang mewah, dengan hidangan seperti babi panggang, lobster, dan sarang burung rebus ganda, yang menghadirkan kelezatan makanan khas Cina.
Wong Chi-wah, seorang operator perahu di Pelabuhan Aberdeen, mengatakan bahwa pada masa kejayaan Jumbo Floating Restaurant pada 1990-an, kawanan turis Jepang akan mengunjungi restoran tersebut.
"Jalanan penuh dengan kendaraan yang diparkir saat pengunjung tiba dalam kelompok besar," katanya.
Encore Sin, 71, mengatakan Hong Kong kehilangan sesuatu yang unik.
"Jika restoran pergi hari ini, pasti ada rasa kehilangan, tidak hanya untuk orang-orang yang tinggal di sekitar daerah ini tetapi untuk seluruh Hong Kong," kata Sin.
"Selama beberapa dekade terakhir, saya telah ke banyak tempat di seluruh dunia untuk mengambil foto, tetapi di mana lagi di dunia ini ada restoran terapung seperti itu? Kurasa tidak ada yang tersisa," tukas Sin.