BEI Suspen Perdagangan Saham SMR Utama dan Pelat Timah Nusantara

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 15 Desember 2016 - 11:58 WIB

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi (penghentian sementara) perdagangan saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL). Itu karena harga kedua saham tersebut mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Suspensi tersebut dilakukan untuk meredakan (cooling down) transaksi perdagangan kedua saham tersebut pada 15 Desember 2016, ujar Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Kamis (15/12).

Irvan mengemukakan, suspensi yang dilaksanakan di pasar reguler dan pasar tunai hingga pengumuman BEI lebih lanjut tersebut bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar guna mempertimbangkan informasi yang ada secara matang dalam mengambil keputusan investasi di saham SMRU dan NIKL.

Karena itu, demikian Irvan, BEI menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan. (abr)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi jaminan pensiun

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:30 WIB

Sungguh Miris! Hanya 16% Pekerja di Indonesia yang Miliki Jaminan Hari Tua & Pensiun

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa hanya sedikit pekerja Indonesia yang memiliki jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Gas Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:26 WIB

September 2020, Penyerapan Gas Bumi PGN di Sektor Indutri Menunjukkan Tren Naik Menjadi 230 BBTUD

Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) , Faris Aziz, mengungkapkan bahwa implementasi harga gas bumi USD 6 per MMBTU pada tujuh sektor industri tertentu telah memasuki tahap akhir…

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:07 WIB

Menteri Arifin Minta PLN Lakukan Berbagai Upaya Untuk Ciptakan BPP Tenaga Listrik yang Efisien

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, PLN perlu melakukan berbagai upaya optimal agar tercipta Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik yang efisien.

Ilustrasi Korban PHK (foto Okezone.com)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Waduh Menyeramkan! Tsunami PHK di Tanah Air Bisa Capai 15 Juta Orang

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) di tanah air mencapai 15 juta orang.

Ninja Xpress

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:00 WIB

Ninja Xpress-Mohoi Sepakat Dukung Sektor UMKM

Mengingat peran UMKM yang begitu penting bagi perekonomian nasional dan sebagai industri dengan penyerap lebih dari 86% angkatan kerja saat ini, Ninja Xpress dengan komitmennya untuk mengantarkan…