AFPI & HIPMI Gelar Business Matching untuk Pengusaha Muda Bali

Oleh : Herry Barus | Kamis, 12 Mei 2022 - 08:00 WIB

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira

INDUSTRY.co.id - Bali- - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, dimana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92 persen dari keseluruhan sektor usaha.

Data menyebutkan sekitar 46,6 juta UMKM belum memiliki akses kredit, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang besar terhadap industri fintech lending untuk mengisi gap kebutuhan kredit tersebut. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali mencatat adanya 340 ribu UMKM Bali per tahun 2021, pertumbuhan yang tumbuh secara signifikan terhadap UMKM provinsi Bali tersebut juga menjadi tantangan serta peluang tersendiri atas kebutuhan akses modal usaha.

Fokus Fintech Pendanaan untuk pemberdayaan UMKM menjadi penting, lantaran besarnya kontribusi terhadap perekonomian nasional. Data teranyar menyatakan sumbangsih UMKM mencapai 61,07 persen untuk PDB dan 97 persen untuk pembukaan lapangan kerja.

Untuk mendorong dan mengakomodir kebutuhan akses alternatif permodalan UMKM, Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) yang merupakan mitra strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan para penyelenggara Fintech Pendanaan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bidang Keuangan dan Perbankan mengambil peran dalam kegiatan G20 dengan menyelenggarakan Business Matching & Exploration Session yang berlangsung pada Rabu, 11 Mei 2022 bertempat di Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort sebagai momentum kolaborasi untuk memperkenalkan peran Fintech Pendanaan Bersama yang dapat menjadi alternatif solusi modal maupun pendanaan bagi pengusaha Indonesia dan pelaku UMKM.

Tujuannya dilaksanakan Business Matching & Exploration Session ini salah satunya agar AFPI dan para anggotanya dapat memberikan informasi terkait produk Fintech Pendanaan Bersama produktif yang dapat digunakan usahawan dalam pengembangan bisnis. Tujuan kedua, yaitu memberikan edukasi akan persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Tak hanya itu saja, kegiatan business matching bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.

Ketua Umum AFPI sekaligus Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, Business Matching & Exploration Session ini digelar sebagai komitmen AFPI dan para pelaku Fintech Pendanaan Bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM. Khususnya untuk seluruh jajaran anggota Badan Pengurus Daerah Area Bali HIPMI selaku pengusaha muda.

 

"Kami berharap, acara ini mampu menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan akses alternatif modal kerja maupun pendanaan. Rata-rata, pendanaan untuk UMKM dalam satu tahun terakhir (sektor produktif) sebesar 57,7 persen dari total jumlah pendanaan per Februari 2022," ujar Adrian.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Anggawira menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan G20 dan arahan presiden untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan harapan kolaborasi pendanaan melalui Fintech Pendanaan Bersama, khususnya untuk pengusaha mikro yang tergabung dalam HIPMI Bali. Saat ini, terdapat 102 penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama yang telah berizin OJK dan merupakan anggota AFPI.

"Dalam ekosistem Fintech Pendanaan Bersama terdapat tiga klaster pembiayaan, yaitu produktif, multiguna dan syariah. Data statistik OJK mencatat, industri fintech lending secara konsisten berkontribusi menyalurkan pinjaman kepada pengguna hingga Rp 326,35 triliun per Februari 2022," ucap Anggawira.

Selain menjadi rangkaian acara G20 yang juga diselenggarakan serentak secara global, acara ini juga turut menghadiri narasumber lain, seperti Kuseryansyah selaku Direktur Eksekutif AFPI dan Angela S. Oetama selaku CEO Gradana serta anggota Fintech Pendanaan Bersama yaitu AdaModal, ALAMI, Danamas, KreditPro, Maucash, Rupiah Cepat sekaligus anggota pendukung seperti TekenAja!, Digidata dan KBIJ.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:07 WIB

Laba Bersih ALDO Melesat 70,8% pada Kuartal I-2022

PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”), emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi, terus meraih kinerja yang positif pada awal tahun 2022 dengan bukukan kenaikan…

Willy Bintoro Chandra, Pembina DPD Aspadin Jawa Tengah

Kamis, 26 Mei 2022 - 12:00 WIB

Pelabelan BPA Pada AMDK Galon Guna Ulang Dinilai Diskriminatif

Willy Bintoro Chandra, Pembina DPD Aspadin Jawa Tengah, mengatakan dampak kebijakan BPOM yang mewajibkan pelabelan “berpotensi mengandung BPA” khusus pada AMDK galon guna ulang sangat diskriminatif…