Menteri Susi Geram dengan Kartel Pangan di Indonesia

Oleh : Irvan AF | Jumat, 16 Juni 2017 - 14:26 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Bay Ismoyo/AFP)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Bay Ismoyo/AFP)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kartel pangan di Indonesia luar biasa dan diharapkan aktivitas yang dilakukan oleh mereka tidak sampai menyurutkan semangat pemerintah dalam membenahi tata niaga garam.

 

"Kita tahu kartel pangan di Indonesia luar biasa, tidak mudah untuk menghentikannya," kata Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Mina Bahari (GMB) IV di kantor KKP, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Menurut dia, kebijakan pemerintah ke depan adalah tetap meningkatkan kesejahteraan petambak garam serta BUMN PT Garam diharapkan dapat mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Hal tersebut, lanjutnya, karena industri yang terkait dengan komoditas pergaraman tetap harus diatur dan bila tidak diatur maka hal itu dinilai "sama juga bohong".

Mengenai kasus penyimpangan importasi dan distribusi dengan tersangka Dirut PT Garam, Susi menyatakan pihaknya sedang menunggu hasil penyidikan polisi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menegaskan, kebijakan impor garam diminta tidak mengorbankan jerih payah petambak di berbagai daerah.

"Impor garam mencerminkan minusnya keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan petambak garam di Indonesia," katanya.

Dia mengingatkan bahwa pengendalian impor komoditas garam sudah tertuang dalam UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati mengatakan, tindakan tersangka itu melanggar Peraturan Menteri Perdagangan 125 tahun 2015 tentang Ketentuan Importasi Garam.

Dalam regulasi tersebut jelas tertuang bahwa importir garam industri dilarang memperdagangkan atau memindahtangankan garam industri kepada pihak lain.

"Dampaknya sekitar tiga juta petambak garam, baik laki-laki dan perempuan menjadi semakin sulit bersaing di pasar nasional dan semakin terpuruk," kata Susan.

Polri telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.

Puluhan saksi tersebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan, PT Garam dan dari perusahaan garam yang membeli garam dari PT Garam.

Achmad Boediono yang merupakan Dirut PT Garam (Persero) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.(ant)

INDUSTRY.co.id

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waze Perkenalkan Fitur Baru untuk Para Wazers

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:38 WIB

Alianz Partners Gandeng Waze Perluas Layanan Bantuan Pinggir Jalan di Asia Pasifik 

Sebanyak enam negara seluruh kawasan APAC, pengemudi yang membutuhkan bantuan di jalan akan dapat mengakses layanan bantuan pinggir jalan secara real-time melalui aplikasi Waze

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:20 WIB

Lewat 'The Big Start Season 4', Kemenperin Gembleng IKM Masuk Ranah Digital

Kemenperin semakin aktif bawa IKM masuk ke pasar digital, dalah satunya dengan kembali menyelenggarakan kompetisis 'The Big Start Season 4' yang menawarkan total hadiah Rp 1,3 miliar.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto (kedua dari kanan)

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:02 WIB

Startup Portfolio Telkom Listing di Australia Stock Exchange

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadiri acara pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Whispir di Australian Securities Exchange (ASX) dengan kode…

e-Commerce Tokopedia (Ist)

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:45 WIB

Sepanjang Bulan Mei 2019, Tokopedia Catat Transaksi Penjualan Hingga Rp 18,5 Triliun

Sepanjang bulan Mei 2019, Tokopedia mencatatkan nilai total transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) sebesar US$1.3 miliar atau setara lebih dari Rp18,5 triliun.

Sun Life Financial Indonesia dan Muamalat Indonesia Menandatangani Peresmian Kerja Sama Strategis Bancassurance

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:35 WIB

Kerjasama Sun Life Financial Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia

PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) perusahaan perencana keuangan keluarga tepercaya, hari ini mengumumkan komitmen kemitraan strategis bersama bank syariah pertama di Indonesia,…