BSI Fokus Perkuat Layanan Digital dengan Sasar Anak Muda

Oleh : Wiyanto | Rabu, 20 April 2022 - 08:13 WIB

(dari kiri kanan atas bawah) Presiden Direktur Solopos Media Group Arief Budisusilo, Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anton Sukarna, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo M. Wira Adibrata, dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Harianto Widodo dalam Webinar Spesial Ramadan Berburu Berkah dari Produk Syariah
(dari kiri kanan atas bawah) Presiden Direktur Solopos Media Group Arief Budisusilo, Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anton Sukarna, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo M. Wira Adibrata, dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Harianto Widodo dalam Webinar Spesial Ramadan Berburu Berkah dari Produk Syariah

INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) tengah berfokus untuk memperkuat layanan digital. Langkah ini merupakan salah satu cara untuk bisa secara cepat meningkatkan literasi perbankan syariah di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda.

Menurut Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, orang yang membeli produk BSI secara online sama pentingnya dengan orang yang datang langsung ke cabang. Karenanya kedua hal ini tidak saling mematikan satu sama lain malahan meningkatkan literasi perbankan syariah dan revenue dari BSI sendiri.

“Sehingga InsyaAllah literasinya kita perkuat, kemudian kami juga menyediakan jasa untuk masuk ke ekosistem syariah secara digital dan online. Maka insya Allah penetrasi perbankan syariah atau inklusi keuangan syariah akan jauh lebih lebih tinggi lagi,” kata Anton, Selasa (19/4/2022).

Selain itu, lanjut Anton, dengan meningkatkan literasi, penetrasi, dan inklusi perbankan syariah, BSI dapat meningkatkan kompetitifnes perusahaan untuk bisa bersaing dengan perbankan konvensional. Sebab menurutnya, orang masih agak “rewel” saat ingin membeli produk perbankan syariah, sedangkan saat membeli produk bank konvensional mereka cenderung lebih pasif.

“Yang menarik di sini antara literasi dan inklusi itu 2 hal yang kalau di syariah itu sangat beririsan sekali. Jadi orang itu cenderung kalau membeli produk syariah, dia paham produknya baru dia mau beli, tapi kalau kita lihat literasi keuangan secara umum di bank nasional atau konvensional, orang kadang-kadang tanpa literasi langsung beli. Itulah mungkin salah satu bentuk ya Allah SWT memelihara nilai-nilai syariah ini karena orang mau beli produk syariah itu cenderung dalam tanda kutip rewel, nanya dulu bener nggak itu syariah, dia harus tahu dulu. Memang layanan saat ini belum banyak sehingga itu tadi tingkat literasi akan sebanding dengan jumlah layanan yang ada,” ucap Anton.

BSI sendiri di tahun pertama sejak merger pada Februari 2021 menorehkan kinerja positif, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp3,03 triliun naik 38,42% secara year on year (YoY). Raihan impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI dalam membangun pondasi, tranformasi digital dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Terkait digitalisasi, perseroan terus berinovasi dalam melakukan transformasi. Hal ini terlihat dari keseriusan dalam menggarap kanal digital BSI Mobile dan E-Channel. Per Desember 2021, transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 124,54 juta transaksi atau tumbuh sekitar 169% secara YoY.

Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp171,29 triliun atau naik sekitar 9,32% secara YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,70 triliun. Rinciannya, pembiayaan konsumer mencapai Rp82,33 triliun, naik sekitar 19,99% secara YoY dari sebelumnya yang sebesar Rp 68,61 triliun. Disusul pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92% secara YoY. Sementara itu pembiayaan mikro tumbuh 12,77% dan pembiayaan komersial tumbuh 6,86%. Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatatkan NPF Nett yang membaik menjadi 0,87% pada Desember 2021.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Perseroan terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan Wadiah. Posisi Desember 2021, tabungan Wadiah tumbuh signifikan yang mencapai 15,30% secara YoY atau menjadi Rp34,10 triliun. Sementara untuk total tabungan mencapai Rp99,37 triliun atau bertumbuh 12,84% pada kurun waktu yang sama.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kurban Idul Adha (Dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 27 Juni 2022 - 11:40 WIB

Menag Terbitkan Panduan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah

Jakarta-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE.10 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Chairman Foxconn Young Liu

Senin, 27 Juni 2022 - 11:30 WIB

Foxconn Siap 'Guyur' Investasi di Sektor Kendaraan Listrik Hingga IKN

Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) menyatakan kesiapannya menanamkan investasi di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Chairman Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) Young Liu…

SHAREit

Senin, 27 Juni 2022 - 11:23 WIB

SHAREit Catat Pertumbuhan Bisnis Mencapai 220% di Tahun Fiskal 21/22

Perusahaan teknologi global, SHAREit Group, mengumumkan pertumbuhan bisnis yang signifikan di Tahun Fiskal 2021/2022. Pertumbuhan ini ditunjukkan dari pertumbuhan aplikasi-aplikasi SHAREit Group,…

Para pembalap motocross kelas MX2 melakukan start balapan pertama di gelaran MXGP 2022 di Samota, Sumbawa Besar (Foto: Kemenparekraf)

Senin, 27 Juni 2022 - 11:15 WIB

MXGP Samota 2022 jadi Momentum Promosikan NTB Sebagai Destinasi Wisata Olahraga

MXGP 2022 merupakan ajang balap motocross yang digelar pada 24-26 Juni 2022 dan diikuti oleh 33 pembalap motocross dari berbagai negara. Sebelumnya, MXGP juga pernah digelar di Palembang, Sumatra…

Ketum IMI Serahkan Trophy Juara MXGP Samota kepada Tim Gajser

Senin, 27 Juni 2022 - 11:10 WIB

Ketum IMI Serahkan Trophy Juara MXGP Samota kepada Tim Gajser

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Gubernur NTB Zulkiflimansyah menyerahkan trophy juara kepada pemenang MXGP Indonesia 2022 Tim Gajser dari…