INDUSTRY.co.id - Setelah dua tahun pembatasan perjalanan karena pandemi, Bandara Heathrow London, Inggris mulai 16 Maret akan tidak lagi mewajibkan penggunaan masker di kawasan bandara.
Dilansir dari laman Travel and Leisure, Bandara Heathrow tidak akan lagi mewajibkan penggunaan masker untuk penumpang yang masuk dan keluar di dalam bandara. Beberapa maskapai penerbangan termasuk British Airways dan Virgin Atlantic pun juga akan mengikut aturan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada The Washington Post, chief operating officer British Airways Jason Mahoney mengatakan bahwa, mulai Rabu, (16/3/2022) penumpang hanya akan diminta untuk mengenakan masker pada penerbangan jika mereka membutuhkannya.
The Washington Post juga melaporkan bahwa Virgin Atlantic perlahan-lahan akan mengubah aturan penggunaan masker mereka juga, dan tidak akan lagi mengharuskan menggunakan masker pada penerbangan domestik, menurut pernyataan dari chief customer dan operating officer Corneel Koster. Namun, penerbangan British Airways dan Virgin Atlantic ke Amerika Serikat akan membutuhkan masker.
Membuang pemakaian masker wajib tidak akan menjadi satu-satunya perubahan bagi penumpang yang bepergian melalui Heathrow karena Inggris akan memutar kembali semua pembatasan COVID-19 yang tersisa pada akhir minggu. Formulir pencari penumpang dan tes tambahan tidak akan lagi menjadi persyaratan untuk masuk, menurut tweet dari Sekretaris Negara untuk Perawatan Kesehatan dan Sosial Sajid Javid.
Inggris pertama kali mengurangi pembatasan perjalanan selama Covid-19 pada Februari saat tes Covid-19 pra-keberangkatan dihapus untuk pendatang yang telah divaksin. Sejak itu maskapai Jet2 menjadi yang pertama menghapus penggunaan masker di pesawat walaupun hanya untuk penerbangan dari Inggris dan Irlandia Utara.
Seperti langkah Inggris, Perancis telah menangguhkan izin vaksinasi dan mencabut aturan penggunaan masker. Perancis kini hanya mewajibkan penggunaan masker di transportasi umum.