INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa ekonomi digital di Indonesia berkembang sangat pesat dan bakal menciptakan potensi ekonomi yang luar biasa dalam beberapa tahun kedepan.
Hal tersebut tercermin dari terus meningkatnya jumlah pengguna internet di tanah air. Dimana saat ini pengguna internet di Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan diprediksi mencapai 124 juta pengguna pada tahun 2025.
“Potensi nilai ekonomi internet ini berasal dari e-commerce, ride-hailing, online travel dan media online yang diproyeksi akan mencapai USD134 miliar pada tahun 2025,” ungkap Menperin Agus seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (15/3/2022).
Untuk itu, lanjut Menperin, pihaknya dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus gencar mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru berbasis digital termasuk memperluas ekosistem hingga di lingkungan kampus melalui sejumlah program bantuan diantaranya Penguatan Industri melalui Optimalisasi Teknologi atau disingkat Pinoti.
Menurut Menperin, Pinoti ini sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin.
“Program Pinoti memberikan memberikan fasilitasi penguatan industri khususnya para wirausaha baru sektor industri melalui penyediaan co-working space, optimalisasi pemanfaatan teknologi, capacity building seperti pelatihan teknis dan manajemen, test pasar, pameran, sertifikasi dan pendaftaran kekayaan intelektual,” jelasnya.
Selain itu, program Pinoti mendorong pengembangan jejaring yang luas, meliputi pasar, pelaku bisnis, asosiasi industri, perbankan, lembaga penyedia teknologi, perguruan tinggi dan investor.
Tujuannya guna menumbuhkan industri berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing global.
“Bantuan dari program ini diharapkan melahirkan wirausaha industri yang memiliki talenta digital untuk siap berkontribusi dan bersaing di era transformasi digital atau industri 4.0. Apalagi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar,” papar Agus.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa menurut data McKinsey, potensi penggunaan teknologi digital di Indonesia hingga tahun 2025 sebesar USD120 miliar, di mana sebesar USD34,4 miliar disumbang oleh sektor industri manufaktur.
Sementara sektor lainnya adalah ritel, transportasi, pertambangan, agro, telekomunikasi dan media. kesehatan, sektor publik. dan utilitas, dan keuangan
“Seiring hadirnya era transformasi digital, pemerintah juga terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Milenial. Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta orang dan sebagian besarnya merupakan generasi milenial,” kata Menko Airlangga beberapa waktu lalu.
Dikatakannya lebih lanjut, hingga tahun 2030 mendatang, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang.
“Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Industri 4.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16% dari PDB,” tandas Airlangga.