INDUSTRY.co.id - Jakarta- Saat ini media sosial telah menjadi sumber informasi dan koneksi, serta mendorong kecepatan perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Penggunaan media sosial sangat populer di Indonesia, dengan 96% penduduk Indonesia memiliki smartphone. Bahkan, menurut laporan dari We Are Social and Kepios report, 2022, ada sekitar 191 juta pengguna media sosial di Indonesia yang rata-rata menghabiskan lebih dari 3 jam di media sosial setiap hari.
Benjamin Soubies, Managing Director, APAC & Japan Talkwalker Jumat (11/3/2022) mengungkapkan, perhatian konsumen terhadap media sosial, memberikan peluang besar bagi brand untuk dapat terhubung lebih dekat dengan konsumen mereka. Di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan besar bagi brand untuk dapat melakukannya dengan tepat di tengah perkembangannya yang signifikan. Ketika dihadapkan dengan konsumen yang tidak dapat diprediksi, e-commerce dan brand konsumen terkemuka memanfaatkan kecerdasan media sosial untuk tetap di posisi terdepan.
Ia menambahkan, solusi kecerdasan sosial (social intelligence) berkemampuan AI seperti Talkwalker dapat membantu brand dan marketeer untuk menemukan wawasan real-time dari miliaran titik data dari seluruh gambar, video, audio, tag dan teks. Akses ke informasi berbasis data, dari data sosial pihak pertama dan pihak ketiga, membantu brand untuk meningkatkan strategi yang berfokus pada konsumen.
“Daripada bereaksi terhadap tren yang sudah lewat, brand saat ini memiliki lebih banyak kecerdasan prediktif dan dapat membentuk ekosistem masa depan,” ujar Benjamin.
Popularitas TikTok
TikTok telah menjadi aplikasi pilihan untuk dapat terhubung dengan konsumen saat ini dan di masa yang akan datang, dan hal ini adalah tren yang tidak bisa diabaikan oleh brand dan pemasaran. Kami telah menyaksikan ini di Talkwalker, mengingat banyaknya permintaan yang masuk sejak kami memperkenalkan analisis TikTok.
Laporan Tren Media Sosial Talkwalker 2022 menyebutkan, sejak diluncurkan TikTok semakin populer, dengan peningkatan 61% dari tahun ke tahun selama paruh pertama tahun 2021. Saat ini, ada lebih dari 22 juta pengguna aktif TikTok di Indonesia, dan ini menghadirkan peluang luar biasa bagi brand untuk bergabung dengan komunitas pembuat konten dan konten buatan pengguna, untuk menciptakan koneksi konsumen yang lebih personal.
Tren lain yang perlu diperhatikan adalah inklusivitas brand. Banyak brand global yang sudah menganggap Indonesia sebagai pasar tersendiri – meskipun jauh dari keseragaman. Tantangan bagi brand adalah untuk menyesuaikan produk dan pemasaran mereka, sambil memperhatikan keragaman budaya dan preferensi yang bernuansa dalam target demografis mereka.
“Kecerdasan konsumen sangat penting untuk membantu brand lebih dekat dengan konsumen mereka, untuk mengatasi keterputusan antara apa yang dikatakan brand, dan apa yang benar-benar ingin didengar konsumen,” ungkap Benjamin.