INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perekonomian dalam negeri pada tahun ini diproyeksikan akan membaik dan mengalami peningkatan dari 3,2-4 persen pada tahun lalu menjadi 4,7-5,5 persen pada tahun ini.
Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam acara seminar dan webinar Nasional "Outlook Ekonomi dan Bisnis 2022", di Solo, Jumat (4/2/2022). Acara ini diselenggarakan oleh Keluarga Besar Alumni (KBA) SMA N 3 Surakarta, Roemah Tiga.
Hadir pula Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid sebagai narasumber bersama pembicara lainnya, diantaranya Royke Tumilaar (Direktur BNI), Handi D. Irawan (CEO Frontier, Dewan Penasihat Roemah Tiga), John Kosasih (Direktur BCA), Teguh Purwanto (Direktur PT. Alere Health - Abbot), Kunta Wibawa (Sekjen Kemenkes, Dewan Penasihat Roemah Tiga), dan dimoderatori oleh Suwarmin, S.Sos, M.M (Direktur Bisnis dan Konten Solopos Media Group).
Perry mengatakan, meski diperkirakan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 4,4 persen dari 5,4 persen pada tahun lalu, namun untuk harga komoditas diperkirakan akan tetap tinggi.
Hal ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor.Selain itu, tambah dia, semua pihak diharapkan dapat ikut terlibat memperbaiki iklim investasi dalam negeri. Dengan demikian, produktivitas akan membaik.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, Presidensi Indonesia di B20 membawa keuntungan banyaknya peluang bisnis di 2022.
Untuk meraih peluang ini terutama bagi UMKM, KADIN merekomendasikan perlunya reformasi dan transformasi ekonomi, pengelolaan investasi, perhitungan perpajakan, pengelolaan pelaksana kegiatan, dan ketenagakerjaan.
"Melihat hal tersebut KADIN akan melakukan perlindungan dan pemberdayaan UMKM melalui pendampingan melekat dari perusahaan besar untuk UMKM," pungkas Arsyad.