INDUSTRY.co.id - Mulai 7 Februari 2022, Maroko akan membuka perjalanan internasional. Keputusan tersebut dilakukan ketika jumlah rawat inap stabil di seluruh negara Afrika Utara.
"Langkah tersebut sebagai upaya untuk membuka perbatasan mengikuti keputusan tersebut berdasarkan ketentuan hukum terkait pengelolaan keadaan darurat kesehatan, sekaligus rekomendasi dari komisi teknis dan ilmiah," kata sebuah pernyataan pemerintah melalui AFP dilansir dari laman Lonelyplanet.
Maroko memberlakukan salah satu larangan perjalanan paling ketat di belahan bumi utara untuk menangani munculnya Omicron. Sehingga, pemerintah mulai menutup semua perbatasan darat, udara, dan laut bagi para pelancong pada 29 November 2021.
Langkah itu membuat puluhan ribu orang Maroko terdampar di luar negeri, serta menjaga pengunjung internasional di dalam negeri, ketika penerbangan repatriasi berakhir pada bulan Desember.
Pemerintah Maroko membagi negara-negara asing menjadi daftar A, B dan C berdasarkan berbagai faktor risiko Covid-19, dan memberlakukan langkah-langkah masuk internasional yang sesuai.
Sementara pemerintah mengkonfirmasi bahwa perbatasan akan dibuka pada 7 Februari, rincian persyaratan masuk untuk setiap daftar belum dikonfirmasi.
Sementara itu, Maroko juga masih berjuang melawan meningkatnya jumlah kasus virus Corona, terutama di antara populasi yang tidak divaksinasi, dan beberapa tindakan domestik tetap berlaku. Di Maroko, bukti vaksinasi diperlukan untuk memasuki tempat umum seperti hotel, kafe, restoran, gym, museum, supermarket, dan transportasi umum. Maroko juga mewajibkan mengenakan masker wajah di tempat umum diperlukan.
Ketika wisatawan kembali, kemungkinan mereka akan diminta untuk mematuhi aturan perjalanan terbaru. Warga Amerika Serikat harus membawa kartu putih Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mereka sebagai bukti vaksinasi.
Maroko adalah negara yang paling banyak divaksinasi di Afrika, setelah sekarang memberikan dua suntikan kepada 23 juta orang, dalam total populasi 36 juta. Menurut Reuters, hampir tiga juta orang telah menerima dosis booster pada bulan lalu.