INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui target realisasi investasi 2022 naik 30 persen menjadi sebesar Rp1.200 triliun tidaklah mudah.
"Target investasi tahun ini ngeri-ngeri sedap. Tidak mudah," kata Bahlil dalam rapat dengan DPR, Senin (31/1/2022).
Meski demikian, ia optimis target tersebut dapat tercapai, apalagi dalam waktu dekat akan ada 47 proyek senilai Rp156 triliun akan masuk ke Indonesia.
"Ada investasi Rp156 triliun yang digagas kementeriaan investasi. Dengan 12 proyek pariwisata nilai investasinya Rp5,91 triliun lalu kawasan ekomomi jumlah proyeknya 14 nilainya Rp49,68 triliun lalu industri manufaktur total proyeknya ada 15 senilai Rp52,44 lalu infrastruktur nilainya Rp48,8 dengan jumlah proyeknya 6. Sehingga totalnya 47 proyek," paparnya.
Ia pun memiliki target untuk menciptakan investasi yang berkualitas, salah satunya adalah investasi yang merata dan berimbang antara di pulau Jawa dengan luar Jawa.
"Jadi ada dua alasan yang paling fundamental akhir-akhir ini investor memilih luar pulau Jawa. Pertama memang bahan baku untuk mereka membangun industri ada di (luar) pulau Jawa dan memang pembangunan infrastruktur 5 tahun pada periode pertama Pak Jokowi dan Jusuf Kalla itu cukup memberikan angin segar sebagai instrumen memudahkan bagi para pelaku usaha," tutup Bahlil.
Sebelumnya, Kementerian Investasi/BKPM mencatat, realisasi investasi selama periode Januari hingga Desember 2021 mencapai Rp901,02 triliun.
Capaian ini melebihi 100,1% dari target yang diberikan secara khusus oleh Presiden RI Joko Widodo yaitu sebesar Rp900 triliun, serta mencapai 104,8% target pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar Rp858,5 triliun.
Adapun, lapangan kerja baru yang tercipta dari realisasi investasi ini adalah sebanyak 1.207.893 TKI.