INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membocorkan realisasi investasi di 2021 yang sudah melebihi target.

Advertisement

Sebelumnya, pemerintah menargetkan realisasi investasi di tahun 2021 bisa mencapaj angka Rp900 triliun.

“Nah di kuartal keempat saya kasih bocoran target investasi kita tercapai, lebihnya berapa saya belum bisa umumkan sekarang. Kapan? Hari Kamis peluncuran kuartal keempat untuk realisasi investasi,” kata Bahlil saat Economic Outlook 2022 yang digelar HIPMI (25/1).

Advertisement

Ia mengungkapkan sejauh ini atau hingga kuartal III 2021 realisasi investasi sudah mencapai 73 persen sampai 74 persen. Ia mengatakan sebaran realisasi investasi khusus di kuartal III 2021 juga berimbang antara Jawa dan luar Jawa.

Pada kuartal III realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 104,2 triliun atau 48,1 persen. Sedangkan di luar Pulau Jawa sebesar Rp 112,5 triliun atau 51,9 persen.

Advertisement

“Yang menariknya adalah antara Jawa dan luar Jawa ini investasi di luar Pulau Jawa sudah mulai meningkat. Jangan lagi ada teman daerah mengatakan bahwa pemerintahan ini enggak adil untuk wilayah luar Jawa, ini investasinya sudah di luar jawa lebih besar,” ujar Bahlil.

Tak hanya itu, Bahlil menegaskan Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) juga sudah hampir sama dengan Penyertaan Modal Asing (PMA). Sehingga ia membantah kalau ada anggapan investasi hanya diperuntukkan untuk orang asing saja.

Advertisement

“Kemudian kita mampu menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih di tahun ini (2021) sekitar 1 juta lebih,” ungkap Bahlil.

Secara kumulatif, sepanjang periode Januari sampai September tahun 2021 kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 659,4 triliun atau 73,3 persen dari target Rp 900 triliun. Capaian ini terdiri atas PMA sebesar Rp 331,7 triliun atau 50,3 persen dan PMDN sebesar Rp 327,7 triliun atau 49,7 persen.

Sektor penyumbang terbesar PMA berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 72,3 triliun atau 21,8 persen dan PMDN berasal dari perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 62,8 triliun atau 19,2 persen.

Lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Barat dengan PMA Rp 61,9 61,9 triliun atau 18,7 persen dan PMDN Rp 45,3 triliun atau 13,8 persen. 

Adapun negara asal investasi terbesar adalah Singapura sebesar Rp 106,2 triliun atau 32,0 persen.