Terapkan IoT untuk Operasional dan Keberlanjutan Usaha, TPA dorong transformasi di Industri Kelapa Sawit

Oleh : Herry Barus | Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB

Kebun Sawit PT Teladan Prima Agro (TPA)
Kebun Sawit PT Teladan Prima Agro (TPA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta –  Direktur Utama PT Teladan Prima Agro (TPA), Wishnu Wardhana, menyampaikan visinya tentang bagaimana perusahaan kelapa sawit yang bertanggung jawab dapat meningkatkan efisiensi produksi secara berkelanjutan untuk pengembangan industri secara jangka panjang. Wishnu memaparkan inisiatif TPA yang telah menerapkan Internet of Things (IoT) sebagai inovasi dalam pengelolaan operasional usahanya di Kalimantan Timur.

Dengan lahan konsesi seluas lebih dari 60.000 hektar, TPA memiliki cakupan skala yang memadai dan menguntungkan bagi langkah-langkah pengembangan usaha melalui berbagai pendekatan inovatif. “TPA memiliki luas lahan yang ideal secara skala, tidak menuntut perubahan yang rumit dan berbiaya tinggi serta pendekatan inovatif yang kami lakukan dapat diuji secara komprehensif,” kata Wishnu.

Mulai beroperasi sejak tahun 2004, TPA menerapkan teknologi untuk operasional usaha pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. “Banyak industri seperti perbankan, layanan kesehatan dan transportasi telah mengalami disrupsi dan secara keseluruhan mereka kemudian bertransformasi melalui teknologi digital. Kami juga mulai menerapkan pendekatan inovatif berupa 'precision agriculture' pada konsesi TPA. Inisiatif ini memungkinkan TPA untuk mengeksplorasi langkah efisiensi lebih lanjut dalam proses produksi kami sekaligus mengurangi beban kegiatan usaha kami terhadap lingkungan,” kata Wishnu, yang telah terjun dalam industri kelapa sawit sejak tahun 2004.

Salah satu contoh precision agriculture terletak pada penggunaan pupuk, yang merupakan faktor utama untuk mencapai hasil produksi yang lebih tinggi. Pemakaian pupuk yang tidak tepat baik secara kualitas dan kuantitas, bukan hanya merupakan suatu pemborosan namun juga menyebabkan bahaya terhadap lingkungan. Dalam visinya, Wishnu menugaskan para manajer untuk mengumpulkan dan melacak informasi tentang kondisi tanah secara rinci, tidak berdasarkan pada ukuran per blok atau per hektar tetapi sampai ke titik pohon per pohon kelapa sawit di perkebunan. Drone yang menggunakan Geographic Information System (GIS) dan navigasi satelit akan memberikan informasi mengenai jenis dan jumlah pupuk yang tepat dan dibutuhkan masing-masing pohon tersebut secara akurat.

Selain itu teknologi tersebut dapat mengidentifikasi penyakit, tingkat kesuburan dari masing-masing tanaman, memprediksi cuaca, mengetahui tingkat air di dalam tanah dan memprediksi produksi kebun secara berkala. Hal ini memberikan manfaat terhadap lingkungan dan memberikan TPA kemampuan untuk mengoptimalkan produksi yang berkelanjutan. Proses identifikasi dan monitoring ini sering dikatakan sebagai remote sensing, atau kemampuan untuk mengetahui karakteristik fisik area menggunakan refleksi dan radiasi yang dipancarkan dari jarak jauh.

 

Pendekatan progresif ini dibangun berdasarkan big data dan algoritma yang memberikan arus informasi terperinci secara real-time dan dapat diakses oleh para manajer. Tim operasional TPA memiliki pengalaman puluhan tahun di Kalimantan Timur, yang merupakan lokasi keseluruhan konsesi TPA, sehingga mereka dapat menafsirkan data dan menarik kesimpulan yang tepat untuk melandasi pengambilan keputusan bisnis secara efektif.

 Wishnu menjelaskan visinya secara lebih rinci: “Suksesnya masa depan industri kelapa sawit bergantung pada pemanfaatan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Ini akan mengurangi kebutuhan perluasan areal kegiatan usaha kelapa sawit karena perusahaan dapat meraih hasil lebih banyak dari jumlah lahan yang ada, dan dikelola secara berkelanjutan. Industri kelapa sawit memerlukan transformasi dengan menerapkan aspek transparansi sehingga para pemangku kepentingan yang berada di Samarinda, di Jakarta, dan dimanapun, semua dapat melihat bagaimana kami mengelola kegiatan operasi kami dari sisi agro-ekologi (agro-ecological), sosio-teritorial (socio-territorial), dan skala ekonomi (economic scale). Hal ini hanya dapat dicapai melalui langkah adopsi digitalisasi operasi kami secara rinci dan menyeluruh, dimana kami melakukan pengukuran terhadap semua aspek terkait.”

Salah satu prinsip manajemen bisnis yang dikenal luas adalah bahwa "apa yang dapat diukur secara akurat, dapat dikelola dengan baik." Wishnu sangat menghargai nilai setiap data yang ada dan sekarang TPA memiliki teknologi serta peralatan yang tepat guna untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis seluruh data dari lapangan, pabrik, dan lingkungan masyarakat sekitar pada tingkat dan dalam skala yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Sesuai makna yang terkandung dalam namanya, Teladan Prima Agro senantiasa berusaha menanamkan nilai-nilai ‘keteladanan’ dalam menjalankan semua aksi usahanya, baik melalui peningkatan cara-cara yang sudah digunakan industri selama ini maupun melalui penerapan metode yang lebih modern. “Kami bangga dan senantiasa terpacu untuk menegakkan filosofi dan prinsip keteladanan kami ke dalam tindakan nyata aksi usaha kami. Setiap menyebut nama Teladan Prima Agro, kami diingatkan mengenai siapa kami dan nilai-nilai apa yang kami junjung tinggi,” kata Wishnu Wardhana.

Komitmen mendalam Perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dalam penggunaan lahan dan sumber daya alam secara bertanggung jawab mendapatkan pengakuan di forum Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNCCC) di Glasgow, Skotlandia. Pada konferensi COP26 Desember 2021 lalu, Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Berau menyampaikan pemaparan mereka dengan mengacu pada operasi usaha anak perusahaan TPA, yaitu PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation, yang telah sejak lama bekerja sama dengan pemerintah menerapkan best practice pengelolaan areal lahan dengan nilai konservasi tinggi atau High Conservation Value. Semua wilayah konsesi TPA menerapkan praktik “tanpa pembakaran” serta praktik-praktik asas keberlanjutan mendasar lainnya.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, TPA menjadikan kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat sebagai komponen utama dalam setiap proses kerja serta pengambilan keputusan. Fokus TPA dalam membangun industri kelapa sawit berkualitas baik dan bernilai keberlanjutan yang tinggi dituangkan dalam 11 poin Kebijakan Sawit Lestari. Kebijakan ini dirumuskan berdasarkan misi utama perusahaan yaitu membangun agribisnis yang berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan; menyediakan produk berkualitas terbaik; dan memberikan nilai tertinggi bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi.

Tentang PT Teladan Prima Agro  

PT Teladan Prima Agro (TPA) merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Beroperasi sejak tahun 2004, TPA memiliki luas lahan 60.468 Ha dimulai dari Kabupaten Berau dan berkembang ke Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. TPA menerapkan standarisasi ISPO dalam menghasilkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Palm Kernel) yang diproduksi dari 6 pabrik kelapa sawit, dengan jumlah kapasitas olah gabungan sebesar 310 ton TBS/jam serta didukung dengan 16 tangki penyimpanan dan dua bulking dengan kapasitas total 40.000 ton.

TPA berkomitmen untuk menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, mendukung pelestarian lingkungan yang bersinergi dengan alam dan keaneka ragaman hayati, menerapkan praktik pembukaan lahan tanpa bakar dan pemanfaatan limbah, serta mengelola kawasan konservasi dan menjadi pionir penyelamatan orangutan di industri kelapa sawit. Memberikan yang terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan serta berpegang pada nilai-nilai perusahaan, misi, dan visi untuk menjadi teladan dalam berfikir dan bersikap guna menghasilkan kerja prima untuk negeri Republik Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pers Conference Indonesia Content Creator Conference 2022

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:48 WIB

Dukung Pengembangan Kreativitas Anak Muda, President University Siap Gelar Indonesia Content Creator Conference 2022

Sensus penduduk tahun 2020 menyebutkan, jumlah populasi Indonesia mencapai 274 juta jiwa, sementara berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif sosial media di Indonesia sebanyak…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:45 WIB

Menperin Agus Ajak Qualcomm Investasi Industri Chip di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan perusahaan semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika Serikat, Qualcomm.

Sika Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:34 WIB

Sika Indonesia Hadirkan Loyalty Program dengan Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Selama pandemi Covid-19, kinerja penjualan perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri asal Swiss, Sika Indonesia tetap stabil bahkan meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan bisnis…

Peresmian kerja sama Jet Commerce Indonesia dengan UPFOS (Foto:Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:30 WIB

Dongkrak Bisnis E-commerce di Indonesia, Jet Commerce Jalin Kerja Sama dengan UPFOS

Perusahaan e-commerce enabler, Jet Commerce Indonesia secara resmi mengumumkan kerja sama dengan perusahaan layanan e-commerce, UPFOS.

Event Sport Tourism (Dok: Kemenparekraf)

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:30 WIB

Tingkatkan Daya Tarik Wisata, Sandiaga Uno Dorong Kepala Daerah Hadirkan Event

Sebagai upaya membangkitakan ekonomi dan membuka lapangan kerja di daerah masing-masing melalui sektor pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong kepala…